Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Kamis, 01 September 2016

JENIS ORGANISME PENGGANGGU YANG ADA DI KABUPATEN ROKAN HILIR


Kerusakan tanaman bahkan sampai puso karena serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tahun 2015 di kabupaten Rokan Hilir masih cukup tinggi, hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor biotik maupun abiotik seperti berikut dibawah ini.
a.             Penanaman tidak serentak
b.            Kurangnya pergiliran varietas
c.             Pola tanam yang belum teratur
d.            Masih rendahnya perlakuan sistem budi daya tanaman sehat
e.             Konsekwensi dari peningkatan intensitas penanaman (IP)
f.             Masih kurangnya pengetahuan petani dibidang perlindungan tanaman terutama Penerapan PHT.
g.             Keterbatasan sarana pengendalian OPT selektif  ditingkat lapang tertentu
h.            Harga sarana pengendalian OPT tidak terjangkau oleh petani (harga tinggi)
i.              Penggunaan pestisida secara Konvensional untuk mengendalikan OPT yang kurang bijaksana
j.              Belum dimanfaatkannya musuh alami spesifik lokasi dan Agens Hayati untuk mengendalikan OPT.

Upaya menekan perkembangan populasi dan intensitas serangan berbagai organisme pengganggu tanaman (OPT) tersebut perlu diambil langkah kongkrit yang sifatnya prepentif yang berorientasi pada prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yaitu pengendalian dilakukan berdasarkan pertimbangan ekologi dan efesiensi ekonomi dalam pengelolaan Agroekosistem yang berwawasan lingkungan serta berkesinambungan.
Pelaksanaan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) untuk menekan  perkembangan populasi dan intensitas serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) adalah penerapan teknologi pengelolaan usaha tani dengan sistem budi daya tanaman sehat yang ramah lingkungan. Hal ini akan dapat dicapai, bila para petani dan pengelola usaha tani : dibina, dibimbing dan dilatih secara berkesinambungan.
Pelatihan yang sesuai bagi petani dan pengelola usaha tani yaitu dengan metode pelatihan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT). Dalam pelatihan, petani dipandu dan diarahkan oleh pembimbing untuk belajar dari pengalamannya dan yang dilihat di lapangan kampus tempat belajar adalah tanaman dengan Agroekosistem dan ekologinya, dengan demikian apa yang menjadi hambatan dan permasalahan OPT dan musuh alami dilahan usaha taninya dapat diketahui keberadaannya serta petani bisa mengambil keputusan, perlu atau tidaknya  dilakukan pengendalian dan atau pengendalian yang bagai mana yang tepat untuk dilakukan.
Sebagai mana diuraikan diawal bahwa kerusakan tanaman di kabupaten Rokan Hilir, diakibatkan oleh Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), juga oleh Bencana Alam Banjir dan Kekeringan. Selain Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang dapat menggagalkan panen, bencana alam termasuk hal yang perlu mendapat perhatian yang serius, karena setiap tahun di kabupaten Rokan Hilir terutama pada bulan–bulan tertentu terjadi bencana alam banjir dan kekeringan.
Adapun masa banjir dan kekeringan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan bahkan sampai puso terjadi pada bulan-bulan seperti dibawah ini :
a.             Banjir                  :  Bulan Nopember sampai Januari
b.      Kekeringan            :  Bulan Mei sampai Agustus
c.       Bulan Lembab :  Bulan September s/d Oktober dan Februari s/d April
Keadaan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) kerusakan tanaman pangan dan Hortikultura secara umum yang disebabkan berbagai Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tahun 2015 di kabupaten Rokan Hilir yaitu pada komoditi padi dengan luas serangan 503,3 Ha dengan luas pengendalian 581,6 Ha.


No.
Jenis
Komoditi
Jenis OPT
Luas
Serangan (Ha/btg)
Luas
Puso
(Ha/btg)
Luas
Pengendalian (Ha/btg)
1.














Padi














Tikus
Keong Mas
Burung
Kresek
Orong orong
Kepinding Tanah
Kutu Daun
Penggerek Batang
Hama Putih Palsu
Bercak Daun
Blast
Walang Sangit
Bercak Coklat
Ulat Grayak
Hama Putih
112.3
55
210
-
-
15

-
 75

8
-
22

6
-
-
-
109.3
-
105
-
-
-

-
-

-
-
-

-
-
-
-
224.6
56
215
-
-
15

-
45

8
-
12

6
-
-
-


 






Prev Post Next Post Home