Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Jumat, 28 November 2014

Permasalahan Pemanfaatan Lumba-lumba di Rokan Hilir


Permasalahan Pemanfaatan Lumba-lumba di Rokan Hilir

Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Perikanan dan Kelautan sangat peduli terhadap upaya perlindungan jenis ikan dan satwa laut yang langka dan terancam punah. Khususnya satwa yang ada di daerah Kabupaten Rokan Hilir seperti penyu hijau, hiu, dan lumba-lumba. Jenis ikan tersebut di samping secara ekologis sangat penting menjaga keseimbangan dan kesehatan ekosistem, pemanfaatannya juga bernilai ekonomi tinggi seperti menjadikannya sebagai objek wisata. Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir juga sangat mengharapkan bahwa tumbuhan dan satwa liar merupakan bagian dari sumber daya alam hayati yang dapat dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, dan pemanfaatannnya dilakukan dengan memperhatikan kelangsungan potensi, daya dukung dan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa liar
Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir juga telah menertibkan Peraturan Pemerintahan yang melarang penangkapan satwa laut yang langka dan terancam punah seperti lumba-lumba di perairan Rokan Hilir dan sumber daya ikan lainnya termasuk penyu juga dilestarikan. Bahkan, saat ini penyu sudah menjadi satwa yang dilindungi undang-undang. Penyu juga telah lama dikenal menjadi objek wisata yang sangat menarik wisatawan domestik dan mancanegara. keberadaan satwa langka ini dapat kita kelola dengan baik melalui upaya perlindungan, niscaya akan menjadi salah satu trigger bagi pengembangan wisata di daerah Rokan Hilir.
Di masa silam ikan lumba-lumba sangat mudah di temui di perairan laut rokan hilir yang berada di selat malaka, masyarakat rokan hilir pada umumnya memiliki kearifan lokal yang melarang menangkap ikan ini, menurut kepercayaan masyarakat lokal barangsiapa yang membunuh lumba-lumba akan ditimpa kesialan karena lumba-lumba dianggap jelmaan dari manusia yang hidup di laut dan sebagai penyelamat manusia yang jatuh ditengah laut, cerita ini mengakar di tengah masyarakat setempat.
Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir juga pernah beberapa kali melakukan penyuluhan kepada nelayan dan meminta agar nelayan tidak membunuh lumba-lumba bila tersangkut di jaring mereka, ditambah dengan adanya undang-undang nasional dan internasional yang melarang, mencegah dan membendung lajunya perburuan lumba-lumba. Jadi tidak benar adanya kabar pemburuan ikan lumba-lumba di perairan rokan hilir, menurut pengakuan masyarakat nelayan, ikan lumba-lumba ini tidak disengaja tersangkut pada jaring mereka dan lumba-lumba yang tersangkut pada jaring nelayan berupaya melepaskan diri dari lilitan dan menggigit jaring hingga mengakibatkan kerusakan pada jaring nelayan tersebut, kadang-kadang  juga mengakibatkan kematian terhadap lumba- lumba.



NAMA-NAMA SUNGAI DALAM KABUPATEN ROKAN HILIR


NAMA-NAMA SUNGAI DALAM KABUPATEN ROKAN HILIR

MENURUT KECAMATAN
NAMA KECAMATAN                        NAMA SUNGAI

1. TANAH PUTIH                                SUNGAI ROKAN
2. KUBU                                                SUNGAI KUBU
                                                               SUNGAI ULAR
                                                               SUNGAI TENGAH
                                                               SUNGAI SIANDUN
                                                               SUNGAI SUBANG
                                                               SUNGAI AGAS
                                                               SUNGAI LILIN
3. PASIR LIMAU KAPAS                   SUNGAI DAUN
4. BANGKO                                          SUNGAI SERUSA
                                                               SUNGAI ROKAN
5. SINABOI                                          SUNGAI RAJA BEJAMU
                                                               SUNGAI SINABOI
                                                               SUNGAI BAKAU
6. RIMBA MELINTANG                   SUNGAI ROKAN
7. BANGKO PUSAKO                        SUNGAI BANGKO



Senin, 24 November 2014

2 Koperasi Mendapat Batuan 50 juta

Koperasi Dapat Bantuan Dana 50 juta
Sebanyak 2 koperasi di rokan Hilir mendapatakan bantuan dana sebasar 50 juta rupiah. Bantuan ini berasal dari Kementrin Koperasi dan usah Kecil Menengah.

Bantuan ni sesuai Dengan Surat Keputusan Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Nomor : 20/Kep/Dep.3/VIII/2014Tentang Penetapan Nama–Nama Koperasi Peserta Program Bantuan Dana Bagi Pengembangan Koperasi Wanita/Perkassa Serta Koperasi Perkotaan Dan Perdesaan Tahap Ketiga.

“Masing–masing menerima bantuan dana sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah), dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Tahun Anggaran 2014, “
Adapaun kedua kperasi yang menerima bantuan itu adalah Koperasi Wanita Setia Amanah Kecamatan Bangko dan  Koperasi Serba Usaha (KSU) Mandiri Bersama Kecamatan Pekaitan. Kepala Dinas Koperasi dan UKM  menambahkan, Bantuan dana sebagaimana dimaksud digunakan oleh Koperasi Peserta Program untuk pengembangan usaha koperasi dan anggotanya. 

Hal ini tercantum dalam  Peraturan Menteri Koperasi danUsaha Kecil dan Menengah Nomor: 03/PER/M.KUKM/VII/2014 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Nomor 07/Per/M.KUKM/XI/2012 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Program bantuan Sosial Dalam Rangka Pengembangan Koperasi, Usaha Mikro dan Kecil, Deputi Bidang Pembiayaan perlu menetapkan nama–nama Koperasi Peserta Program Bantuan Dana Bagi Pengembangan Koperasi Wanita/PERKASSA Serta Koperasi Perkotaan Dan Perdesaan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM menegaskan setiap Koperasi Peserta Program bertanggung jawab secara penuh terhadap kebenaran data, informasi dan kelengkapan administrasi yang telah diberikan dalam tahap verifikasi dan seleksi pengusulan serta penggunaan dana program sesuai ketentuan serta siap menerima sanksi atau tindakan hukum sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku terhadap ketidakbenaran data dan penyalahgunaan dana program.

Koperasi Peserta Program sebagaimana dimaksud dalam yang tidak dapat memenuhi persyaratan administrasi setelah ditetapkannya Keputusan ini dinyatakan batal sebagai Koperasi Peserta Program.

“Semoga bantuan bisa diamnfaatkan dengan baik, sehingga saaran bantuan tercapai dengan baik setiap tahunnya kit juga akan usulkan penerima bantuan-bantuan ini,” harap Jon.

Berikut Nama-nama Koperasi Peserta Program Bantuan Dana Bagi Pengembangan Koperasi Wanita/Perkassa Serta Koperasi Perkotaan Dan Perdesaan Tahap Ketiga untuk kabupaten Rokan Hilir.

1.     Koperasi Wanita Setia Amanah Jl. Lintas Bagansiapiapi-Sei  Sialang Hulu, Kepenghuluan Sei Sialang Hulu, Kec. Batu Hampar Badan Hukum: 331/BH/IV.6/III.I/IV/2013 tanggal 29 April 2013
2.     Koperasi Serba Usaha (KSU) Mandiri Bersama Desa Rokan Baru, Kec. Pekaitan Badan Hukum: 292/BH/IV.6/III.I/IV/2012 Tanggal 30 April 2012


Selasa, 11 November 2014

Daftar Harga Sembako Bulan Nopember Kecamatan Bagan Sinembah


Daftar Harga Sembakao Bulan September dan Oktober Kecamatan Bagan Sinembah


Daftar Harga Bulan Juli dan Agustus Kecamatan Bagan Sinembah


Rabu, 05 November 2014

DINAS PERKEBUNAN GELAR PELATIHAN MEMBUAT PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH KOTORAN SAPI





Dinas perkebunan kabupaten rokan hilir melakukan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organic dari limbah kotoran ternak sapi yang dilaksanakan di RPPO (Rumah Pengolahan Pupuk Organik) di kepenghuluan suka maju kec. Bagan sinembah.
Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organic ini diikuti lima kelompok tani yang berasal dari kecamatan bagan sinembah, dan kecamatan tanjung medan.
Dalam kegiatan tersebut kepala dinas perkebunan mendatangkan nara


Prev Post Next Post Home