Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Selasa, 13 Mei 2014

Penanganan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan

a. Kondisi Alam dan Lingkungan Kondisi alam diwilayah Kabupaten Rokan Hilir adalah beriklim tropis dengan curah hujan antara 1.173 – 3.609 m per tahun dengan keadaan suhu berkisar 26 sampai 32 Derjad Celcius, musim kemarau terjadi antara bulan Februari sampai bulan Agustus sedangkan musim hujan antara bulan September sampai bulan Januari dengan Estimasi jumlah hari hujan sekitar 126 hari per tahun. Dengan kondisi cuaca yang ekstrum pada tahun 2010 dimana curah dan intensitas hujan yang relative tinggi sehingga membantu berkurangnya kebakaran hutan dan lahan.

Kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah yang kompleks memerlukan penanganan yang serius dari semua komponen masyarakat baik pemerintah, swasta maupun elemen masyarakat lainnya secara terencana, terpadu dan sistematika. Berbagai upaya telah dilakukan untuk penaggulangannya, namun kebakaran tetap terjadi setiap tahunnya. Sebagian besar penyebab kebakaran hutan dan lahan adalah disebabkan oleh ulah manusia baik disengaja maupun tidak sengaja.

Topografi wilayah Kabupaten Rokan Hilir umumnya datar dengan kemiringan 0 – 8 % dan ketinggian antara 2 – 5 meter diatas permukaan laut yang terdiri dari daratan dan perairan. Kondisi yang mendominasi daerah Kabupaten Rokan Hilir adalah tanah oganasal yang merupakan hamparan rawa kering dimana permukaannya dilapisi gambut, kondisi ini sangat merugikan apabila pada musim kemarau panjang karena hamparan tersebut kering rentan terjadinya kebakaran.

Penyebab Kebakaran Kawasan dan Lahan

Berdasarkan beberapa kasus kebakaran kawasan dan lahan selama ini penyebab terjadinya kebakaran diantaranya adalah :

1.Konversi lahan gambut ; lahan gambut merupakan kawasan yang sangat sensitive terhadap api karena dikonversi untuk lahan perkebunan kelapa sawit dan umumnya untuk persiapan perkebunan diambil cara yang mudan yaitu dengan jalan dibakar.

2. Pembakaran vegetasi ; yaitu kebakaran yang disebabkan oleh asal api dari pembakaran vegetasi (ilalang, semak belukar, dll).

3. Aktifitas pemanfaatan sumberdaya alam ; kebakaran disebabkan kelalaian manusia seperti ketika memancing, memasak, penebangan liar yang menggunakan api saat beraktifitas.

 4. Penguasaan lahan ; api sering digunakan oleh masyarakat local untuk memperoleh kembali hak-hak mereka atas lahan atau bahkan menyerobot lahan yang dikira tidak bertuan sekitar mereka. Tindakan Pencegahan Kebakaran Beberapa kebijakan yang telah diambil dalam usaha pencegahan kebakaran hutan dan lahan diantaranya adalah dengan deteksi dini melalui kegiatan potroli oleh petugas Polhut, pelatihan aparatur dan penyuluhan kepada masyarakat dan perusahaan perkebunan.


Prev Post Next Post Home