Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Kamis, 08 Mei 2014

KEADAAN ALAT TANGKAP IKAN



        Keadaan  Alat  Tangkap  Ikan  Kabupaten Rokan  Hilir Tahun 2011-2013
 
No.
Alat Tangkap
Keadaan Alat Tangkap
2011
2012
2013
1
2
3
4
5
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
Alat Tangkap Ketam
Belat
Bubu Apung
Bubu Tiang
Cantrang
Cici
Jaring
Lukah
Pengumpul Kerang
Pukat
Rawai
Sondong
Songko
Tramel Net
Tuamang
17
52
145
549
95
4
1036
230
60
56
210
61
59
59
460
17
52
93
445
63
11
979
223
71
46
214
58
126
126
320
17
50
142
440
41
11
1029
223
71
46
214
58
126
126
320

Jumlah
3.099
2.778
2.850

Terdapat peningkatan jumlah alat tangkap ikan pada tahun 2013 dibanding tahun 2012 berupa bantuan jaring dan alat tangkap lain dari dinas selain oleh nelayan sendiri. Penambahan alat tangkap ikan ini tidak meningkatkan jumlah alat tangkap secara signifikan karena alat tangkap ikan terutama jaring merupakan alat tangkap yang paling cepat mengalami kerusakan di laut. Kerusakan alat tangkap ikan terjadi akibat kondisi perairan seperti terkena tunggul, sampah maupun terlanggar kapal nelayan lain. Pada Tahun 2013 jumlah keseluruhan alat tangkap terdata 2.850 unit.

  Produksi
Total produksi perikanan Kabupaten Rokan Hilir sampai akhir tahun 2013 berjumlah sebesar 50.360,96 Ton. Dari jumlah tersebut 94,19 %  atau sebesar 47.438,7 Ton berasal dari kegiatan penangkapan di laut.  Jika dibandingkan dengan tahun 2012 yaitu sebesar 44.903 Ton maka produksi perikanan laut dari kegiatan penangkapan mengalami peningkatan sebesar 2.535,7 Ton atau sebesar 5,64 %. 
Sebagaimana telah dijelaskan pada awal bab III ini, fluktuasi produksi perikanan tangkap perairan laut merupakan fenomena yang wajar terjadi dalam penangkapan ikan di alam yaitu terjadi kenaikan dan penurunan hasil tangkap. Peningkatan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor yang telah dijelaskan di muka. Faktor lain yang juga berperan serta mempengaruhi produksi perikanan laut Kabupaten Rokan Hilir adalah degradasi yang pada umumnya disebabkan oleh abrasi dan erosi di sepanjang aliran sungai-sungai yang sebagian besar adalah tempat menetas (spawning ground) dan mencari makan (nursery ground) biota air, terutama ikan dan udang. Penebangan hutan di hulu sungai untuk pembukaan lahan perkebunan maupun untuk pembalakan dan industri kertas, diduga berperan dalam mempercepat proses degradasi perairan Kabupaten Rokan Hilir.


Prev Post Next Post Home