Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Rabu, 12 Maret 2014

Pengelolaan penyakit


Membersihkan sumber infeksi sebelum penanaman
1.    Pembersihan sumber infeksi harus diperhatikan jika akan menanam kelapa sawit di bekas kebun kelapa atau kebun kelapa sawit.
2.    Membersihkan batang dan tunggul kelapa atau kelapa sawit untuk (sementara waktu ini merupakan satu-satunya cara) menghindarkan (exclusion) suatu kebun baru dari Ganoderma.
3.    Rumpang-rumpang (tempat-tempat kosong) diteliti, tunggul-tunggul dan gumpalan-gumpalan akar sekitar tunggul digali, untuk dikumpulkan dan dibakar.
4.    Dianjurkan agar batang-batang pohon tua dipotong-potong, dikumpulkan dengan traktor, ditumpuk dengan baik, untuk akhirnya tumpukan batang dan tunggul tadi dibakar dengan dibantu dengan minyak dan daun-daun.
5.    Tidak dianjurkan untuk memendam atau mengubur batang-batang dan tunggul, karena ini akan menjadi sumber-sumber infeksi bagi akar-akar tanaman baru. Jika pembakaran tidak mungkin dilakukan, batang-batang ditumpuk di antara calon-calon barisan, dibiarkan membusuk dan tertutup oleh tanaman penutup tanah kacangan yang menjalar (legume creeping cover).
6.    Peracunan tanaman sebelum dibongkar dengan alat berat akan mempercepat dekomposisi batang dan tunggul, dan juga akan mempermudah pembakaran. Hendaknya diingat agar racun ditempatkan di bagian pangkal batang yang masih sehat (bukan di bagian yang membusuk) agar dapat terangkut ke bagian-bagian lain. Pembongkaran pohon dilakukan sesudah daun-daun menjadi coklat, biasanya 2-3 minggu setelah peracunan.
7.    Pembusukan tunggul dan gumpalan akar dapat dipercepat dengan pemberian urea (kristal) sebanyak 1 kg setiap pohon .
8. Dalam tanah kebun kelapa sawit terdapat mikroba tanah yang bersifat antagonis    terhadap G.boninense, antara lain Trichoderma koningii, T. viride, T. harzianum, Penicillium citrinum, dan Gliocladium sp. T. koningii MR14 mempunyai harapan untuk dapat dipakai sebagai biofungisida 

2. Mencegah menularnya penyakit dalam kebun
1.    Untuk mengetahui adanya pohon-pohon yang mulai sakit, perlu dilakukan pengamatan. Pengamatan  busuk pangkal batang dilakukan 1-3 kali setahun. Pengamatan harus dilaksanakan oleh karyawan yang berpengalaman, adanya pembusukan di dalam pangkal batang dapat diketahi dari luar dengan memukul-mukul pangkal batang itu.
2.    Walau bagaimanapun  tidak mungkin lahan sama sekali bersih dari sumber infeksi. Sedangkan setelah tanaman menjadi tua dan kurang terawat, relatif akan menjadi lebih lemah, sehingga sumber infeksi yang kecil pun sudah dapat menyebabkan infeksi.
3.    Pohon-pohon yang sudah menunjukkan gejala daun pada umumnya tidak dapat ditolong lagi. Pohon ini diracun, kemudian ditebang, tunggul beserta dengan gumpalan-gumpalan akarnya digali. Untuk keperluan ini basanya sudah cukup kalau digali satu lubang yang berukuran 6 x 6 x 6 dm di bekas tempat berdirinya pohon.
4.    Batang, tunggul, dan gumpalan akar tadi ditumpuk agar membusuk di antara barisan pohon. Bahan-bahan ini tidak perlu diangkut keluar kebun ataupun dibakar .


Prev Post Next Post Home