Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Selasa, 12 November 2013

ILEGAL LOGGING


                                                     ILEGAL LOGGING

UU No 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan
(Pasal 50) :

(1)        Setiap orang dilarang merusak prasarana dan sarana perlindungan hutan.

(2)     Setiap orang yang diberikan izin usaha pemanfaatan kawasan, izin   usaha
     pemanfaatan jasa lingkungan, izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dan
     bukan kayu, serta izin pemungutan hasil hutan kayu dan bukan kayu,
     dilarang melakukan kegiatan yang menimbulkan kerusakan hutan.


(3)    Setiap orang dilarang:
     a. Mengerjakan dan atau menggunakan dan atau menduduki kawasan hutan
          secara tidak sah;
     b. Merambah kawasan hutan;
c. Melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan dengan radius atau jarak samapai    dengan
1. 500 (lima ratus) meter dari tepi waduk atau danau;
2. 200 (dua ratus) meter dari tepi mata air dan kiri kanan sungai di daerah rawa
3. 100 (seratus) meter dari kiri kanan tepi sungai;
     4. 50 (lima puluh) meter dari kiri kanan tepi anak sungai;
     5. 2 (dua) kali kedalaman jurang dari tepi jurang;
     6. 130 (seratus tiga puluh) kali selisih pasang tertinggi dan pasang terendah
         dari tepi pantai.
  d. Membakar hutan;
  e. Menebang pohon atau memanen atau memungut hasil hutan di dalam hutan
       tanpa memiliki hak atau izin dari pejabat yang berwenang;
  f.  Menerima, membeli atau menjual, menerima tukar, menerima titipan,
       menyimpan, atau memiliki hasil hutan yang diketahui atau patut diduga
       berasal dari kawasan hutan yang diambil atau dipungut secara tidak sah;
 g.   Melakukan kegiatan penyelidikan umum atau eksplorasi atau eksploitasi
       bahan tambang di dalam kawasan hutan, tanpa izin Menteri;
 h.  Mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan yang tidak dilengkapi
       bersama-sama dengan surat keterangan sahnya hasil hutan;
                i.      Menggembalakan ternak di dalam kawasan hutan yang tidak ditunjuk secara
       khusus untuk maksud tersebut oleh pejabat yang berwenang;
j.    Membawa alat-alat berat dan atau alat-alat lainnya yang lazim atau patut
      diduga akan digunakan untuk mengangkut hasil hutan di dalam kawasan
      hutan, tanpa izin pejabat yang berwenang;

k.   Membawa alat-alat yang lazim digunakan untuk menebang, memotong, atau
      membelah pohon di dalam kawasan hutan tanpa izin pejabat yg berwenang;

l.   Membuang benda-benda yang dapat menyebabkan kebakaran dan kerusakan
     serta membahayakan keberadaan atau kelangsungan fungsi hutan ke dalam
     kawasan hutan; dan

m. Mengeluarkan, membawa, dan mengangkut tumbuh-tumbuhan dan satwa liar
      yang tidak dilindungi undang-undang yang berasal dari kawasan hutan tanpa
      izin dari pejabat yang berwenang.

Ketentuan tentang mengeluarkan, membawa, dan atau mengangkut tumbuhan dan atau satwa yang dilindungi, diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.



Prev Post Next Post Home