Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Rabu, 20 November 2013

HASIL RAPAT KOORDINASI PENGENDALIAN PENYALURAN BAHAN BAKAR BERSUBSIDI SE PROV RIAU 2013



RUMUSAN HASIL
RAPAT KOORDINASI PENGENDALIAN PENYALURAN BAHAN BAKAR BERSUBSIDI SE PROVINSI RIAU TAHUN 2013
 KEGIATAN KOORDINASI, PEMANTAUAN, EVALUASI DAN  PEMBINAAN INDUSTRI PERDAGANGAN DAN
PENANAMAN MODAL
PEKANBARU, 11 NOPEMBER 2013


Potensi Pemanfaatan Limbah Komoditi Perkebunan



Tabel  :  Potensi Pemanfaatan Limbah Komoditi Perkebunan  :


"TENUN SONGKETNYA ROHIL"



TENUN MELAYU
(Tenun Songket Rohil)
 
Sejarah Tenun Songket
Orang pertama yang memperkenalkan tenun Siak adalah seorang perajin yang didatangkan dari kerajaan Siak Terengganu Malaysia pada masa ketika Kerajaan Siak diperintah oleh Sultan Sayid Ali. Dari Terengganu Wan Siti Binti Wan Karim dibawa ke Siak Sri IndraPura. Beliau adalah seorang wanita yang terampil dalam bertenun. Beliau mengajarkan bagaimana cara menenun kain songket.


Kerajinan Rotan Rohil


KERAJINAN ROTAN
( Kec. Tanah Putih )

Usaha kerajinan bagi masyarakat Indonesia umumnya merupakan usaha yang telah lama ditekuni dan merupakan usaha turun temurun dari generasi sebelumnya.

Rotan banyak dimanfaatkan secara komersial karena mempunyai sifat yang lentur, kuat, serta relatif seragam bentuknya. 



Peta Komoditi Perkebunan Tahun 2013



Peta Kabupaten Rokan Hilir 2013


Rapat Koordinasi



RUMUSAN HASIL
RAPAT KOORDINASI PENGENDALIAN PENYALURAN BAHAN BAKAR BERSUBSIDI SE PROVINSI RIAU TAHUN 2013
 KEGIATAN KOORDINASI, PEMANTAUAN, EVALUASI DAN  PEMBINAAN INDUSTRI PERDAGANGAN DAN
PENANAMAN MODAL
PEKANBARU, 11 NOPEMBER 2013


Senin, 18 November 2013

PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK




Pupuk Organik adalah pupuk yang berasal dari sisa tanaman daun / kotoran hewan yang telah  melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair yang dapat diperkaya dengan bahan mineral alami dan / atau mikroba yang bermanfaat memperkaya hara, bahan organic tanah, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.


STANDAR MUTU BENIH KOPI



Asal Perbanyakan Somatic Enbryogenesis ( SE ) Pasca Aklimatisasi  :


Sabtu, 16 November 2013

PRODUKSI PER KOMODITI ( TON )



1.  Karet                      :  26.888.6
2.  Kelapa                    :  5.848.92
3.  Kelapa Sawit          :  501.752.5
4.  Kopi                       :  3,99
5.  Kakao                     :  117.9
6.  Cengkeh                 :  -
7.  Pinang                    :  88


LUAS AREAL DAN PRODUKSI TANAMAN PERKEBUNAN



1.  Karet                      :  27.410.00
2.  Kelapa                    :  8.986.50
3.  Kelapa Sawit          :  205.498.00
4.  Kopi                       :  13’00
5.  Kakao                     :  197.00
6.  Cengkeh                 :  -
7.  Pinang                    :  86.50


PEMANFAATAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT



Melalui Sistem Aplikasi  :

PKS, Merupakan salah satu unit kegiatan dari industry Kelapa Saswit yang selallu berhubungan dengan limbah, namun dengan pemanfaatan limbah PKS, sebutan limbah telah berubah menjadi pupuk Organik yang sangat baik bagi tanaman

KUALITAS LIMBAH CAIR  :

Limbah cair segar pabrik melalui system kolam diolah secara anaerob untuk selanjutya dialirkan ke areal tanaman kelapa sawit, untuk dimanfaaatkan sebagai pupuk, karena bahan organiknya.

LUAS AREAL DIAPLIKASI  :

Potensi lahan kelapa sawit untuk pemanfaatan limbah ini cukup potensional, terutama  dilahan– lahan marginal atau yang mempunyai tingkat run oof yang cukup tinggi.

VOLUME DIAPLIKASI  :

Limbah cair dari bahan anaerobic IV dipompakan melalui pipa primer, skunder, dan tersier menuju bak distribusi, Selanjutnya didistribusikan melalui parit –parit distribusi ke flat bed – Flat bed yang berada di areal tanaman.

DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN  :

Pembangunan sumur pantau pada areal aplikasi lahan, merupakan suattu syarat yang harus dipenuhi, untuk memantau kemungkinan terjadinya pecemaran pada air tanah dangkal     ( sumur ), akibat pemanfaatan limbah cair secara menerus pada areal tanaman. Pemantauan dampak pemanfaatan limbah cair pabrik terhadap sifat kimia tanah, diamati dengan frekuensi satu tahun sekali. Lokasi pengamatan dilaksanakan pada Fletbed, pada antara Roraka ( Antara parit dan tanaman serta pada areal control ).

Pengamatan produksi tanaman kelapa sawit juga dilaksanakan terhadap areal tanaman dengan membandingkan Produktivitas pada areal tanaman yang menerima limbnah cair disbanding control


Kamis, 14 November 2013

DATA TANAMAN KEDELAI YANG TERKENA BANJIR DI BULAN OKTOBER


Tanaman Kedelai yang terkena banjir terdapat di Kecamatan Pekaitan yaitu Kepenghuluan Suak Temenggung sebanya 50 Ha dan Kepenghuluan Pedamaran sebanyak 300 Ha.


DATA TANAMAN PADI DAN PERSEMAIAN PADI YANG TERKENA BANJIR BULAN SEPTEMBER S/D OKTOBER 2013


Pada tabel di bawah ini dapat disimpulkan bahwa Tanaman Padi di Kecamatan banyak yang terkena banjir yaitu seluas 822 Ha yang berumur 10 Hari Setelah Tanam sedangkan yang terendah terdapat di Kecamatan Sinaboi seluas 62 Ha dengan umur tanam selama 1 s/d 12 Hari Setelah Tanam.  


Rabu, 13 November 2013

Tujuan mendirikan koperasi



Selasa, 12 November 2013

ILEGAL LOGGING


                                                     ILEGAL LOGGING

UU No 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan
(Pasal 50) :

(1)        Setiap orang dilarang merusak prasarana dan sarana perlindungan hutan.

(2)     Setiap orang yang diberikan izin usaha pemanfaatan kawasan, izin   usaha
     pemanfaatan jasa lingkungan, izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dan
     bukan kayu, serta izin pemungutan hasil hutan kayu dan bukan kayu,
     dilarang melakukan kegiatan yang menimbulkan kerusakan hutan.


Senin, 11 November 2013

PENGAWASAN BARANG KADALUARSA


PENGAWASAN BARANG KADALUARSA DAN ACTION



Kegiatan Pengawasan barang kadaluwarsa pada tahun 2013 ini hanya berada pada empat (4) Kecamatan yang berada di Kabupaten Rokan Hilir diantaranya Kecamatan Bangko, Kecamatan, Pasir Limau Kapas, Kecamatan Tanah Putih Sedinginan dan Kecamatan Bagan Sinembah dari 15  (lima belas) Kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir empat (4) Kecamatan tersebutlah yang paling Banyak Peredaran barang serta penduduknya dan secara Grafis letaknya juga strategis sehingga akses masuknya barang begitu mudah, baik dari transportasi Laut maupun Darat.


Solusi Migas


MONITORING DAN PENGAWASAN KEGIATAN MIGAS HILIR


Dalam rangka implementasi Pasal 7 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2012 tentang perubahan Atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2012 tentang APBN Tahun Anggaran 2012 dan memperhatikan Pidato Presiden memperhatikan pidato Presiden Republik Indonesia pada tanggal 29 Mei 2012 tentang Pelaksanaan Penghematan Energi Nasional serta Peraturan Menteri ESDM No. 16 Tahun 2011 tentang Kegiatan Penyaluran Bahan Bakar Minyak, maka diadakan Rapat teknis Monitoring dan Pengawasan Kegiatan Migas Hilir.


Pantau Sembilan Bahan Pokok


Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rokan Hilir Pantau Harga Sembako setiap minggunya.

        
      Dalam rangka mengantisipasi terjadinya spekulan yang bisa memicu lonjakan harga kebutuhan pokok, Diperindag Rohil melakukan pemantuan setiap Minggunya di pasar Datuk Rubiah dan Pasar lainnya yang ada di tingkat kecamatan Kabupaten Rokan Hilir. 


Kawasan Industri


KONSEP PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI



Ada perubahan peraturan yang dikeluarkan pemerintah memgenai Kawasan Industri. Dengan diberlakukannya UU  No 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, maka kebijakan pemerintah tentang kawasan industri yang sebelumnya diatur oleh Pemerintah Pusat beralih ke Pemerintah Kabupaten/Kota. Tata cara pemberian izin Usaha Kawasan Industri dan Izin Perluasan Kawasan Industri kini diatur dalam Keputusan Menperindag No.50 tahun 1997


Sabtu, 09 November 2013

ARMADA PERIKANAN



ARMADA PERIKANAN
                       
Armada Perikanan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir dibedakan menjadi dua kelompok yaitu armada perikanan laut dan armada perikanan Perairan Umum Daratan (PUD) secara umum tidak ada perbedaan mendasar antara  armada perikanan laut dengan armada perikanan perairan umum daratan. Armada perikanan laut umumnya dilengkapi dengan peralatan navigasi, tonase dan kemampuan yang lebih besar dibandingkan dengan armada perikanan perairan umum daratan. Armada perikanan laut dibedakan menjadi dua jenis yaitu pertama Perahu Tanpa Motor (PTM) yaitu perahu yang digerakkan/dijalankan dengan tenaga manusia tanpa adanya bantuan mesin sedangkan yang kedua Perahu Motor /Kapal Motor (KM) yaitu perahu / kapal / tongkang yang digerakkan oleh mesin. Keadaan umum armada perikanan laut dan perikanan perairan umum daratan Kabupaten Rokan Hilir dapat dilihat pada Tabel di bawah ini :
a.       Tabel Armada Perikanan Laut Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2008 -2012 (Unit)


ARMADA PERIKANAN


Armada Perikanan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir dibedakan menjadi dua kelompok yaitu armada perikanan laut dan armada perikanan Perairan Umum Daratan (PUD) secara umum tidak ada perbedaan mendasar antara  armada perikanan laut dengan armada perikanan perairan umum daratan.Armada perikanan laut umumnya dilengkapi dengan peralatan navigasi, tonase dan kemampuan yang lebih besar dibandingkan dengan armada perikanan perairan umum daratan. Armada perikanan laut


Kamis, 07 November 2013

PROSPEK PERKEBUNAN DAN KOMODITAS KELAPA SAWIT






JENIS POTENSI DAN PEMANFAATAN LIMBAH PABRIK KELAPA SAWIT





JENIS
POTENSI PER TON
TBS ( % )
MANFAAT
Tandan Kosong
23,0
Pupuk Kompos, Pulp Kertas
Papan Partikel, Energi
Wet Decanter Solid
4,0
Pupuk Kompos, Makanan Ternak
Cangkang
6,5
Arang, Karbon Aktif, Papan Partikel
Serabut ( fiber )
13,0
Energi, Pul Kertas, Papan Partikel
Limbah Cair
50,0
Puouk, Air Irigasi
Air Kondenset
50,0
Air Umpan Broiler









Prev Post Next Post Home