Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Jumat, 04 Oktober 2013

Tenun dan tekad


“ DISPERINDAG FOKUS KE PELATIHAN TENUN DAN TEKAD”
  Budaya Melayu sudah lama terkenal sebagai suatu budaya yang memiliki karya seni yang tinggi. Ini tercermin dari karya seni yang dihasilkan, diantaranya dapat kita lihat dari bentuk pelaminan melayu dan pakaian adat yang dipergunakan dalam acara perkawinan di bumi lancang kuning ini. Pelaminan Melayu di dominasi oleh tiga warna yaitu merah, kuning dan hijau. 
     Pelaminan ini diperindah lagi dengan sulaman bermotif dengan bermacam corak yang khas. Sulaman bermotif ini dikerjakan tanpa menggunakan bantuan mesin atau kita kenal juga dengan sulaman tekad. Untuk pakaian adatnya, baik pria maupun wanita dilengkapi dengan songket (sejenis bahan pakaian yang dibuat dengan alat tenun). Sama seperti Tekad, Kerajinan songket  ini juga dibuat tanpa menggunakan bantuan mesin, sedangkan corak yang terdapat dalam kain songket disesuaikan dengan budaya khas masing-masing daerah. Untuk di daerah Riau kita sudah familiar dengan songket/tenun Siak karena memang di daerah sana perkembangan kerajinan ini tumbuh dengan pesat.
     Kerajinan pembuatan Tekad dan Tenun sangat bergantung pada keahlian dari individu. Kualitas kerajinan yang dihasilkan sangat bergantung dari keterampilan, pengalaman dan kreativitas perajin. Pada pembuatan Songket memang menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) tapi pengoperasiannya tetap saja dilakukan secara manual. Fakta yang ada saat ini tidak banyak ditemui perajin yang menekuni kedua bidang ini (tenun dan tekad). Padahal kedua kerajinan ini adalah sangat mendukung terhadap keberadaan budaya melayu.
     Untuk mengantisipasi hal tersebut Disperindag Kabupaten Rokan Hilir berencana mengadakan Pelatihan Tenun dan Tekad pada tahun 2008 sampai 2013. Sasaran dari pelatihan ini adalah memperbanyak jumlah perajin Tenun dan Tekad serta berupaya menghasilkan corak khas yang sesuai dengan daerah Rokan Hilir.  Peserta pelatihan ini di harapkan dari anak-anak yang putus sekolah yang memiliki kemauan tinggi untuk belajar ketrampilan ini. Tujuan akhir yang akan dicapai adalah peserta pelatihan memiliki ketrampilan yang cukup dan bisa memulai usaha sendiri secara mandiri. Dengan bisa mandirinya peserta pelatihan berarti membuka lapangan pekerjaan baru yang akan meningkatkan taraf hidup mereka. Dari sisi lain diharapkan pelatihan ini juga dapat melestarikan seni budaya melayu sekaligus mengangkat citra pemerintah daerah di tingkat regional maupun nasional.
     Maka harapan kami masyarakat Kabupaten Rokan Hilir dan Indonesia dapat memesan kepada kami apabila ingin memiliki atau memesan Tenun dan Tekad Khas Kabupaten Rokan Hilir.


Prev Post Next Post Home