Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Kamis, 26 September 2013

Peluang Investasi di Kabupaten Rokan Hilir

Daya tarik Kabupaten Rokan Hilir sebagai tujuan investasi didukung oleh letaknya yang strategis berhadapan langsung dengan perairan Selat Melaka sebagai kawasan strategis yang bernilai ekonomis yang cukup menjanjikan di kawasan Asia, serta merupakan wilayah potensial bagi investor menanamkan modalnya di berbagai Sektor Usaha. Untuk mendorong pertumbuhan investasi di Kabupaten Rokan Hilir diperlukan iklim usaha yang kondusif dan prospek bisnis yang menguntungkan. Kondisi ini sangat diperlukan bukan saja untuk menarik investor ( dalam dan luar negeri ) tetapi juga dalam rangka mempertahankan dan membesarkan usaha yang sudah ada. Kebijakan iklim investasi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah telah menerbitkan Inpres nonor 3 tahun 2006 tentang kebijakan perbaikan iklim investasi. Secara garis besar, kebijakan yang dilaksanakan untuk memperbaiki iklim investasi tersebut meliputi aspek kelembagaan, kepabeanan dan cukai, perpajakan, ketenagakerjaan, serta UKM. Investasi di Kabupaten Rokan Hilir dapat terjadi dengan atau tanpa perencanaan yang matang. Guna memperoleh kemanfaatan yang luas dari kegiatan investasi, tentunya investasi terencana ( proactive investment ) lebih diharapkan dapat terjadi di banding investasi rektif yang bersifat “basis proyek” (projek based) menyebabkan nilai (positif dabn negative) komulatif takpernah diketahui sebelum selesai pembangunan. Analisis hubungan input dan output serta multiplier effect tidak dapat diperkirakan sehingga sering terjadi pengurasan sumberdaya yang berlebihan atau dampak social ekonomi yang menyimpang. Kebijakan pembangunan secara konsepsional diarahkan pada industrialisasi yang berbasisi pada potensi sumberdaya alam dan lingkungan oleh sektot pertanian yang tangguh. Investasi yang dilakukan harus dapat menumbuhkan sektor lain yang terkait (link and match) baik terhadap sektor lain diharapkan dapat pula terjadi.


Peluang Investasi Unggulan Kabupaten Rokan Hilir

   Perkembangan Investasi Kabupaten Rokan Hilir Investasi berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi yang dapat menggerakkan produksi, menciptakan kesempatan kerja, dan membentuk nilai-nilai tambah. Proses ini menimbulkan multipleyer effek antara lain ; kesejahtraan masyarakat, pertumbuhan wilayah yang terukur dari pendapatan daerah dan masyarakat, tingkat pendidikan dan kesehatan serta percepatan laju pembangunan. 10.1.1 Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Kabupaten Rokan Hilir sebagian besar bergerak pada kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, dan turunnanya, pergudangan, industri kimia dasar dari organik yang bersumber dari hasil pertanian, perkebunan karet, perdagangan inportir dan penyelenggaraan multimedia. Pada tahun 2011 jumlah nilai investasi atau Realisasi investasi di Kabupaten Rokan Hilir sebesar Rp. 188.795.286,57. meningkat dibandingkan pada Tahun 2010 sebesar 91. Tenaga kerja terserap di berbagai Investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar ….. yang tersebar pada perusahaan yang berada 7 (tujuh) Kecamatan yang berada di Kabupaten Rokan Hilir. Sebagai besar bekerja dalam bidang perkebunan, PKS dan Jasa lainnya. di jelaskan pada tebel dibawah ini : NO NAMA PERUSAHAAN/ INVESTOR BIDANG USAHA NILAI INVESTASI REALISASI (Rp) 1 PT. DARMA WUNGU GUNA Industri pemgolahan kelapa sawit menjadi minyak sawit( CPO) dan inti sawit 893,700.00 2 PT. GELIGA BAGAN RIAU Industri pemgolahan kelapa sawit terpadu menjadi minyak sawit( CPO) dan inti sawit (karnel), palm karnel oil dam palm karnel cake 5,333,300.00 3 PT. HASI KARYA BUMISEJATI Industri minyak makan dan lemak dari nabati dan hewan 9,459,265.73 4 PT. JATIM PERKASA Kegiatanyang belum jelas batasnya 13,687,783.64 5 PT. DARMA WUNGU GUNA Industri pemgolahan kelapa sawit menjadi minyak sawit( CPO) dan inti sawit 3,414,000.00 6 PT. SINARPERDANA CARAKA Industri minyak dan lemak dari nabati dan hewani 776,426.00 7 PT. GELIGA BAGAN RIAU Industri minyak dan lemak dari nabati dan hewani 5,161,290.00 8 PT. SALIM IVOMAS PTARAMA Perkebunan kelapa sawit, Industri minyak makan dan lemak dari nabati, ransum makanan ternak, sabun dan bahan pembersih keperluan rumah tangga, kemasan dari plastik serta perdagangan besar (distributur utama) dan ekspor 62,097,800,00 53,377,400,00 9 PT. JATIMJAYA PERKASA Perkebunan kelapa sawit, Industri minyak kasar (minyak makan) dari nabati 27,620,800.00 10 PT. DARMA WUNGU GUNA Industri pemgolahan kelapa sawit 3,627,375.00 11 PT. SINARPERDANA CARAKA Industri minyak kasar (minyak makan) dari nabati 8,402,174.00 12 PT. SINARPERDANA CARAKA Industri minyak kasar (minyak makan) dari nabati 8,402,175.00 13 PT. SALIM IVOMAS PTARAMA Perkebunan kelapa sawit, Industri minyak makan dan lemak dari nabati, ransum makanan ternak, sabun dan bahan pembersih keperluan rumah tangga, kemasan dari plastik serta perdagangan besar (distributur utama) dan ekspor 65,340,666.70 5,658,222.20 14 PT. HASI KARYA BUMISEJATI Industri minyak kasar (minyak makan) dari nabati 12,321,868.60 15 PT. ANUGRAH SUMBER MAKMUR Perdagangan besar (distributur utama) dan ekspor 4,660,239.70 16 PT. DWI MITRA DAYA RIAU Industri Minyak Makan kelapa Sawit 7,036,000.00 TOTAL REALISASI INVESTASI 181,795,286.57


Potensi Sumber Daya Manusia

   Penduduk Kabupaten Rokan Hilir Dalam konteks pembangunan generasi pada suatu daerah yang memiliki sifat entrepreneur, laju pertumbuhan penduduk dapat berpengaruh dalam merangsang tumbuhnya karakter masyarakat yang gigih dan pekerja keras, namun pertumbuhan penduduk yang tinggi jelas merupakan penghalang bagi pemerataan pendidikan, pelayanan, kesehatan, maupun kesempatan kerja. Jumlah penduduk pada satu wilayah sangat berkaitan erat dengan ketersediaan peluang usaha dan laju pencari kerja baru, karena secara alamiah mereka akn memasuki usia kerja produktif pada masa yang akan datang. Perbandingan luas wilayah dan jumlah penduduk Kabupaten Rokan Hilir mulai tahun 2011 dapat dilihat pada Tabel …… Tabel 9.1.1 Produksi Perikanan Perairan Umum Hasil Penangkapan Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2010– 2012 NO KECAMATAN Luas (KM2) Persen (%) Jumlah Penduduk Persen (%) 1 Tanah Putih 2 Pujud 3 TP TJ Melawan 4 Rantau Kopar 5 Bagan Sinembah 6 Simpang Kanan 7 Kubu 8 Pasir Limau Kapas 9 Bangko 10 Sinaboi 11 Batu Hampar 12 Pekaitan 13 Rimba Melintang 14 Bangko Pusako 9.2 Pendidikan dan Tingkat Pencari Kerja 9.2.1 Pendidikan Tingkat pendidikan tenaga kerja di Kabupaten Rokan Hilir dapat dilihat dari tingkat pendidikan pencari kerja yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rokan Hilir. Terlihat bahwa pencari kerja di Kabupaten Rokan Hilir sebagian besar ( %) berpendidikan SMP ( SMP-Madrasah Sederajat berjumlah ….jiea) SLTA ( SMU– SMK berjumlah …….jiwa) selanjutnya pada jenjang (S1) sebanyak …….. Jiwa atau ( …%) dan Diploma 3 sebanyak Pendidikan dan Tingkat Pencari Kerja . 9.1.2 Tenaga Kerja Pembangunan ketenagakerjaan di Kabupaten Rokan Hilir sebagai besar bergerak di bidang Pertanian (60,81 Persen) diikuti sektor jasa (14,41 persen), kemudia Perdagangan, Hotel, dan Rumah makan (12,01 persen), Konstruksi (3,90 persen), Pengangkutan dan Komunikasi (3,35 persen), Industri Pengolahan 2,57 persen), Keuangan, Persewaan dan jasa perusahaan (2,32 persen). Pertambangan dan Penggalian (0,42 persen) dan Listrik, Gas dan Air Minum (0,22 persen).


Potensi Sumber Daya Pariwisata

Parawisata merupakan salah satu sumber daya potensial untuk dikembangkan menjadi unggulan bagi Kabupaten Rokan Hilir.  Beberapa kota dan tempat-tempat objek-objek wisata menarik di Kabupaten Rokan Hilir yang dapat di kembangkan sebagai sarana mendulang peningkatan nilai tambah ekonomi daerah.   Ada beberapa kota yang menjadi tujuan menarik wisata seperti halnya kota nelayan penipahan, pulau haling, sinaboi dan Bandar lama Bagansiapiapi. Ada pula kota-kota dengan latar belakang agrowisata seperti Bagan Batu, Pujud dan Sedinginan.


Investasi Sektor Peternakan

Kabupaten Rokan Hilir  memiliki luas padang rumput yang mencapai 3.767,50 ha ditambah arel perkebunan kelapa sawit serta lahan pekarangan yang sangat luas merupakan    potensi lahan yang dapat dijadikan sebagai lahan untuk usaha perternakan. Potensi peternakan di Kabupaten Rokan Hilir dikelompokkan menjadi 2 (dua) jenis  yaitu ternak besar dan ternak kecil.  Untuk ternak besar meliputi sapi potong, sapi perah, kambing, domba dan babi. 


Pabrik Kelapa Sawit


Berdasarkan informasi dari Dinas Perkebunan Kabupaten Rokan Hilir, pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayah hukum  Kabupaten Rokan Hilir terdata 22 PKS, dengan kapasitas terbesar 80 ton/jam dan yang trendah 15 ton/perjam, dengan kegoatan usahnya pengolahaan Kelapa Sawit dan turunannya. Perusahaan-perusahaan Kelapa Sawit  tersebut menyebar pada 7 (tujuh) Kecamatan. Lihat Tabel  72.4.1


Potensi Perkebunan Besar Swasta


Pembangunan dan pengembangan Perkebunan Besar Swasta  (PBS) di Kabupaten Rokan Hilir, saat ini perkembangannya sangat pesat, namun penguasaannya baru bergerak bidang satu komoditi yakni komoditi Kelapa Sawit, lauas arel penguasaan perkebunan kelapa sawit oleh Perkebunan Besar Swasra  sebesar  77.686 ha, dengan besar produksi pertahun sebanyak  186.413 Ton. Daerah yang lahan perkebunannya terluas terdapat di Kecamatan Bagan Sinembah sebesar 42.461 ha dengan jumlah produksi 126.703 Ton, Kacamatan Pujud sebesar 19.242 ha dengan jumlah produksi 33.019 ton. dan diikuti oleh Kecamatan Kubu sebanyak 8.351  dengan jumlah produksi sebanyak 16.617 ton.


Perkebunan Besar Swasta di Wilayah Hukum Kabupaten Rokan Hilir.

Perkebunan Besar Swasta di Wilayah Hukum Kab. Rohil

                                   


POTENSI PERKEBUNAN BESAR MILIK NEGARA

Pembangunan dan pengembangan Perkebunan Besar Milik Negara (PBN) di Kabupaten Rokan Hilir,  baru bergerak di satu yakni Komoditi Kelapa Sawit, lauas arel penguasaan perkebunan kelapa sawit oleh Perkebunan Besar Milik  Negara  sebesar  7.326,76 ha, dengan besar produksi pertahun sebanyak  23.455 Ton. Daerah yang lahan


Potensi Perkebunan Rakyat


Potensi perkebunan rakyat banyak diusahakan masyarakat di Kabupaten Rokan Hilir diantaranya perkebunan kelapa sawit, karet, kelapa, cacao, pinang dan tanaman lainnya.  Kebijakan pengembangan komoditi kelapa sawit dilandaskan pada perluasan areal dikawasan-kawasan tradisional komoditi sawit, telah tercatat untuk perkebunan rakyat mencapai angka 277,015,96 ha (68,57 %) dari total 166.990,5 ha, dan diikuti oleh komuditi unggulan lainnya. Daerah utama yang


Potensi Perkebunan


 Sesuai dengan Visi Pembangunan Perkebunan Kabupaten Rokan Hilir yakni “ Terwujudnya Penyelenggaraan Perkebunan untuk Kesejahtraan Masyarakat Rokan Hilir Tahun 2020” Pembangunan Sub sektor perkebunan di Kabupaten Rokan Hilir merupakan pondasi pembangunan yang dapat dijadikan sebagai penunjang devisa dan dapat meningkatkan harkat dan ekonomi petani melalui sentra-sentra produksi baru, sesuai dengan


Potensi Sumber Daya Alam Menurut Sektor Bidang Usaha

Potensi Pertanian  

Pembangunan Pertanian memiliki peranan strategis dalam perekonomian di Kabupaten Rokan Hilir, peranan strategsi pertanian tersebut digambarkan melalui kontribusi nyata melalui pembentukan capital, penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, pakan dan bioenergi, penyerap tenaga kerja, sumber devisa Negara, sumber pendapatan, serta pelestarian lingkungan melalui  praktek usaha tani yang ramah lingkungan.
      


Potensi Sumber Daya Alam Rokan Hilir


Rencana pengembangan lahan di Kabupaten Rokan Hilir, saat ini masih terganjal dengan belum selesainnya revisi RTRW Kabupaten Rokan Hilir, karena didalam RTRW, yang baru ini     Lahan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir banyak masuk kawasan lindung, sehingga untuk       melaksanakan pengembangan pembangunan ekonomi kerakyatan mengalami kendala.


Infrastruktur Utilitas Perkotaan


 Infrastruktur Untilitas Perkotaan


Sarana dan Parasarana Transportasi


   Transportasi Darat
Jalan dan Jembatan di Kabupaten Rokan Hilir merupakan sarana penunjang transportasi memiliki peran penting khususnya untuk transportasi darat. Untuk mendukung transportasi     darat, pemerintah daerah telah membangun jalan sepanjang 2.311,05 km jalan kabupaten/kota dan 149,65 km jalan provinsi. Dari total panjang jalan yang ada, 30,28 persen sudah diaspal, sementara sisanya (69,72 persen) belum diaspal. 
      


Rabu, 25 September 2013

Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Rokan Hilir


        Visi Pembangunan Daerah



Kondisi Umum Wilayah

Kabupaten Rokan Hilir memiliki luas 8.881,59 km² atau 888,159 hektar, terdiri dari 15  Kecamatan, 151  Kepenghuluan/ Kelurahan. Posisi Kabupaten Rokan Hilir  memiliki nilai yang sangat penting dari segi geografis, Selat Melaka merupakan jalur pelayaran dan perdagangan international yang sangat ramai. Disamping itu, potensi kerjasama regional antar Provinsi dan Kabupaten kota maupun   kerjasama lainnya terbuka luas untuk dikembangkan dan dikelola oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Rokan Hilir.


Sejarah Kabupaten Rokan Hilir


 Kabupaten Rokan Hilir dibentuk dari tiga kenegerian, yaitu negeri Kubu, Bangko dan Tanah seorang Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Kerajaan Siak. Distrik pertama didirikan Belanda di Tanah Putih pada saat  menduduki daerah ini pada tahun 1980. Setelah Bagansiapiapi yang dibuka oleh pemukim-pemukim Cina berkembang pesat, maka Belanda memindahkan Pemerintahan Kontroleur-nya ke Kota    Bagansiapiapi pada tahun 1901. Bagansiapiapi semakin berkembang setelah Belanda membangun pelabuhan  modern dan terlengkap


Senin, 23 September 2013

DATA SP SAYUR-SAYURAN DAN BUAH-BUAH SEMUSIM TAHUN 2012


Hortikultura adalah komoditas yang masih memiliki masa depan relatif cerah ditilik dari keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimilikinya dalam pemulihan perekonomian Indonesia pada waktu mendatang, sehingga perlu mulai mengembangkannya sejak saat ini. 
Peranan hortikultura adalah : a). Memperbaiki gizi masyarakat, b) memperbesar devisa negara, c) memperluas kesempatan kerja, d) meningkatkan pendapatan petani dan  e) pemenuhan kebutuhan keindahan dan kelestarian lingkungan. Dalam membahas masalah hortikultura perlu diperhatikan pula mengenai sifat khas dari hasil hortikultura, yaitu : a). Tidak dapat disimpan lama, b) perlu tempat lapang (voluminous), c) mudah rusak (perishable) dalam pengangkutan, d) melimpah/meruah pada suatu musim dan langka pada musim yang lain dan e) fluktuasi harganya tajam (Notodimedjo, 1997). Setelah mengetahui manfaat serta sifat-sifatnya yang khas dalam pengembangan hortikultura agar dapat berhasil dengan baik, maka diperlukan pengetahuan yang lebih mendalam terhadap permasalahan hortikultura tersebut. 


Rabu, 11 September 2013

DATA SP KEDELAI DARI BULAN JANUARI S/D JUNI 2013

Peningkatan Pembangunan merupakan upaya pencapaian keinginan masyarakat, sebagaimana termuat dalam pola dasar dan Rencana Startegis Pembangunan Daerah Kabupaten Rokan Hilir. Salah satu program/kegiatan dibidang pertanian yang perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak di kabupaten Rokan Hilir adalah Pengembangan Tanaman Kedelai. Luas panen dan Tanam Tanaman Kedelai Pada Tahun 2013 untuk bulan Januari s/d Juni dapat dilihat pada tabel dibawah ini.


DATA SP TANAMAN JAGUNG DARI BULAN JANUARI S/D JUNI 2013




Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan Tahun 2013 merupakan pembangunan yang diarahkan untuk mewujudkan pertanian tangguh, maju, efisien yang dicirikan oleh kemampuannya dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor terkait dalam sistem perekonomian secara keseluruhan.


Selasa, 10 September 2013

Pembubaran Koperasi Tahun 2013

DINAS KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH
KABUPATEN ROKAN HILIR

PENGUMUMAN
Nomor : 518/ KUKM/2012/174

Dalam rangka proses pembenahan koperasi tidak aktif di Kabupaten Rokan Hilir dan berdasarkan Monitoring dan Evluasi yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Rokan Hilir tentang keberadaan dan kedudukan koperasi diwilayah Kabupaten Rokan Hilir dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.       Koperasi yang tidak melaksanakan ketentuan Undang-undang Koperasi Nomor : 25 Tahun 1992 dan atau tidak melaksanakan ketentuan Anggaran Dasar Koperasi yang bersangkutan; atau
2.       Kedudukan dan anggota koperasi sudah tidak ditemukan lagi; atau
3.       Koperasi tidak melaksanakan kegiatan usahanya secara nyata selama 2 (dua) tahun berturut-turut sejak tanggal pengesahan Akta Pendirian Koperasi.

Sesuai dengan ketentuan diatas diumumkan koperasi tidak aktif dalam proses pembenahan yang selanjutnya akan kami laksanakan proses pembubaran di wilayah Kabupaten Rokan Hilir yang tersebar di 13 kecamatan, dengan ketentuan sebagai berikut;

1.       Apabila pengurus / badan pengawas/ anggota koperasi/ pihak ketiga keberatan akan proses pembubaran ini dapat mengajukan atu melaporkan keberatan secara tertulis ke Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Rokan Hilir;
2.       Waktu pengajuan keberatan tersebut paling lambat 2(dua) bulan sejak tanggal pembubaran ini, dan apabila dalam jangka waktu yang sudah ditentukan tidak mengajukan keberatan maka dianggap menyetujui proses pembubaran koperasi ini;
3.       Daftar koperasi yang akan dibubarkan terlampir dalam berkas pengumuman ini.
Demikian disampaikan untuk dapat dimaklumi dan berlaku sejak tanggal diumumkan, atas perhatian dan kerjasama yang baik diucapkan terimakasih.
                                                                                                        
                                                                                                Bagansiapiapi, 23 juni 2013
An. MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENEGAH
c/q. BUPATI ROKAN HILIR
        ub. Kepala Dinas Koperasi dan UKM
Kabupaten Rokan Hilir

Dto
Ir. NAHROWI
    Pembina Utama Muda
                                                                                                                                                      NIP. 19601204 19903 1 002


Kamis, 05 September 2013

DATA SP TAHUN 2013 DARI BULAN JANUARI S/D JUNI 2013

Data SP merupakan data yang di kumpulkan dari masing masing kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir yang menunjukkan angka Luas Tanam, Luas Panen dan Puso tanaman Padi untuk mendapatkan angka produksi.


LUAS BAKU SAWAH DAN POTENSI SAWAH DI KABUPATEN ROKAN HILIR





Luas Baku Sawah dan Potensi masih potensial di daerah kabupaten Rokan Hilir dari data dibawah ini dapat disimpulkan bahwa luas baku sawah pada tahun 2011 seluas 33.107 Ha dan potensi sawah pada tahun 2011 di kabupaten Rokan Hilir seluas 22.401 Ha. Masih banyaknya lahan sawah yang belum diusahakan tersebut masih berpotensi bagi petani di Kabupaten Rokan Hilir dalam memperluas lahan sawah mereka. 


DATA SASARAN DAN REALISASI LUAS TANAM, PANEN, PROVITAS DAN PRODUKSI TANAMAN PADI SAWAH DAN PADI LADANG DI KABUPATEN ROKAN HILIR TAHUN 2012

Data sasaran dan realisasi luas tanam dan panen tanaman padi di Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2012 dapat kita lihat pada tabel berikut di bawah ini :
 


Selasa, 03 September 2013

Tabel Sasaran dan Realisasi Luas Tanam dan Panen serta Alih Fungsi Lahan dan Perluasan Sawah



Tabel Sasaran dan Realisasi Luas Tanam dan Panen Tanaman Padi serta Alih Fungsi Lahan dan Perluasan Sawah di Kabupaten Rokan Hilir dari tahun 2002 sampai dengan 2013 dapat kita lihat pada tabel berikut di bawah ini :




Prev Post Next Post Home