Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Minggu, 11 November 2012

Kondisi Umum Perikanan



 KONDISI UMUM PERIKANAN


Total produksi perikanan Kabupaten Rokan Hilir per 31 Desember 2011 meliputi penangkapan ikan d laut, di perairan umum dan budidaya berjumlah 57.853,538 Ton. Produksi tersebut jika dibandingkan dengan tahun 2010 yang berjumlah 59.808,43 Ton berarti mengalami penurunan sebesar 1954,892 Ton atau sebesar 3,27 %. Penurunan produksi perikanan tersebut terjadi akibat penurunan produksi perikanan laut meskipun produksi perikanan budidaya (kolam) terus mengalami trend peningkatan yang baik. Fluktuasi produksi perikanan tangkap perairan laut merupakan fenomena yang biasa terjadi dalam penangkapan ikan yaitu terjadi kenaikan dan penurunan hasil tangkapan. Penurunan produksi tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya mulai berkurangnya frekuensi melaut para nelayan saat musim angin yang kurang bersahabat, luasan areal penangkapan nelayan yang tidak meluas karena keterbatasan kemampuan untuk menjangkau wilayah yang lebih jauh sementara kemampuan lestari alami ikan di wilayah tersebut untuk berkembang sangat lambat.
Faktor penyebab lain adalah masih beroperasinya kapal pukat harimau dan atau pukat ikan yang berasal dari propinsi lain, pencurian ikan oleh nelayan negara asing sementara anggaran pengawasan / patroli di laut sangat terbatas,  dan faktor lainnya. Khusus pukat ikan, kebanyakan memang memiliki izin penangkapan, namun pukat ikan tersebut dalam operasional penangkapannya memasuki wilayah penangkapan diluar batas yang telah ditetapkan dalam izinnya. Faktor lain yang juga berperan mempengaruhi produksi perikanan laut Kabupaten Rokan Hilir adalah faktor alami berupa degradasi yang pada umumnya disebabkan oleh abrasi dan erosi di sepanjang aliran sungai-sungai yang sebagian besar adalah tempat menetas (spawning ground) dan mencari makan (nursery ground) biota air, terutama ikan dan udang. Penebangan hutan di hulu sungai untuk pembukaan lahan perkebunan maupun untuk pembalakan dan industri kertas, patut diduga berperan dalam mempercepat proses degradasi perairan Kabupaten Rokan Hilir yang pada akhirnya menurunkan kualitas perairan.
Produksi perikanan dari kegiatan penangkapan di laut masih memberikan kontribusi terbesar terhadap total produksi perikanan Kabupaten Rokan Hilir.  Pada tahun 2011 produksi dari kegiatan penangkapan di laut berjumlah 55.137 Ton atau sebesar 95,30 %  terhadap produksi perikanan Kabupaten Rokan Hilir sedangkan produksi perikanan dari kegiatan penangkapan di perairan umum berjumlah 2.097 Ton atau sebesar 3,62 % terhadap produksi perikanan Kabupaten Rokan Hilir sisanya berasal dari kegiatan budidaya baik yang dilakukan di kolam maupun yang dilakukan di keramba dan tambak.
Produksi perikanan budidaya mulai menunjukkan perkembangan yang membaik, sampai akhir tahun 2011 produksi perikanan dari kegiatan budidaya baik budidaya di kolam, tambak maupun di keramba adalah sebesar 632,038 Ton atau sebesar 1,09 %  terhadap produksi perikanan Kabupaten Rokan Hilir. Dibanding produksi perikanan budidaya tahun sebelumnya terjadi kenaikan yang relatif tinggi mengingat keadaan budidaya perikanan 2 tahun sebelumnya, yakni sebesar 57,068 Ton atau sekitar 9,11 %. Kenaikan disebabkan makin meningkatnya motivasi masyarakat dalam usaha budidaya ikan.





Prev Post Next Post Home