Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Selasa, 04 September 2012

Pengolahan Kelapa.


Jangan buang limbah tempurung kelapa yang ada di sekitar anda, karena ia dapat dimanfaatkan jadi aneka bahan yang bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi. Teknologi pembuatannya sangat gampang dan sederhana.

Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar di dunia. Data BPS menyebutkan, luas lahan tanaman kelapa di negara kita mencapai 3,76 juta hektar dengan perkiraan produksi 14 miliar butir per tahun.

Sebagian besar tanaman kelapa kita berada di kawasan timur Indonesia. Karenanya julukan KTI sebagai kawasan Nyiur Melambai tidaklah salah. Sebab sebagian besar propinsi seperti Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan adalah penghasil kelapa terbesar di negara kita.

Potensi tanaman kelapa 95% berasal dari perkebunan rakyat yang dikelola secara tradisional. Potensi mempunyai nilai dan peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah yang dapat meningkatkan taraf hidup bagi pemiliknya yang pada umumnya adalah masyarakat petani.

Pemanfaatan buah kelapa umumnya masih terbatas pada pemanfaatan air dan dagingnya untuk dikonsumsi sebagai minuman, nata de coco, kecap, santan, virgin coconut oil dan kopra sebagai bahan baku minyak goreng untuk keperluan rumah tangga. Sedangkan limbah tempurung, sabut kelapa, batang kelapa dan lidi belum dimanfaatkan secara maksimal.

Padahal tempurung kelapa mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi bila diolah menjadi bahan baku industri, antara lain menjadi Arang Briket dan Arang Aktif untuk keperluan pasar lokal maupun ekpor.

Setiap tahun diperkirakan terdapat sekitar 672 ribu ton tempurung kelapa (12%) dari bobot  buah kelapa yang tercecer dari hasil pengolahan kelapa, seperti pabrik kopra, minyak kelapa dan pasar tradisonal. Tempurung belum dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk menjadi sumber kehidupan masyarakat. Padahal teknologi pembuatan arang briket dari tempurung kelapa dalam skala kecil sangatlah mudah dan sederhana.

Rendemen (kadar air) yang dihasilkan dari tempurung kelapa ini mencapai 40% dari berat tempurung kelapa dan saat ini harga arang tempurung kelapa ini di pasaran sekitar Rp 3.000 per kilogram. Hanya dengan investasi Rp 300.000 para pelaku usaha ini bisa membuat industri arang tempurung kelapa berdasarkan implementasi konsep industrial resourses bases yang dapat memberi manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan.

Dengan modal sebesar Rp 300.000 bisa menghasilkan arang sebanyak 150 kg. Jika per kilogram harga arang tempurung Rp 3.000 maka akan menghasilkan pendapatan Rp 450.000  (150 kg x Rp 3.000 = Rp 450.000). Artinya, keuntungan yang akan diperoleh rata-rata Rp 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah ) perhari. Sebuah nilai yang cukup lumayan sebagai sumber penghasilan keluarga dan menjadi bahan alternatif pengganti migas.

Selain itu tempurung kelapa dapat juga diolah menjadi Bubuk Arang, Arang Briket dan Arang Aktif. Bubuk arang dapat dipakai sebagai bahan baku pembuatan arang briket. Sementara arang briket ini banyak diminati pasar luar negeri seperti Jepang, China, Eropa dan India untuk digunakan sebagai kebutuhan bahan bakar barbeque, tungku dan pemanas serta pembakar dupa dan sisha.   Harganya bisa mencapai 300% dibanding arang tempurung.

Sedangkan arang aktif banyak digunakan untuk industri kimia dan pengolahan makanan dan minuman maupun farmasi yang umumnya digunakan sebagai bahan penyerap dan penjernih atau katalisator. Penggunaan arang aktif sebagai katalisator ini dapat dikelompkkan sebagai berikut:

Kelompok Industri Gas:
1. Pemurnian gas, arang aktif dipakai untuk desulfurisasi, menghilangkan gas beracun, bau busuk, asap, dan menyerap racun;
2. pengolahan LNG, arang aktif dipakai untuk penyaringan berbagai bahan mentah dan reaksi gas;
3. Katalisator, untuk mengangkat vinil klorida dan vinil acetate dan menghilangkan bau dalam kamar pendingin dan mobil dll.

Kelompok Zat Cair:
1. Industri obat dan makanan-minuman, arang aktif dipakai untuk menyaring dan menghilangkan warna, bau, dan rasa yang tidak enak pada obat, makanan dan minuman;
2. Kimia perminyakan, arang aktif dipakai untuk penyulingan bahan mentah, zat perantara;
3. Pembersih air, untuk menyaring/menghilangkan bau, waren, zat pencemar dalam air;
4. Pembersih air buangan, untuk mengatur dan membersihkan air buangan dan pencemar warna, bau, serta logam berat;
5. Penambakan udang dan benur, untuk pemurnian, serta menghilangkan bau dan warna.

Lain-lain:
1. Pengolahan pulp, arang aktif dipakai untuk pemurnian dan menghilangkan bau;
2. Pengolahan pupuk, untuk pemurnian; 3. Pengolahan emas, untuk pemurnian;
4. Penyaringan minyak makan dan glukosa, untuk menghilangkan rasa tidak enak;
5. Karbon aktif, sebagai bahan pengisi untuk industri batu baterei.

Melihat begitu banyaknya manfaat yang didapat dari pengolahan limbah arang tempurung kelapa ini tentunya dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk mengajak masyarakat agar mau melakukan usaha kecil yang berbasis pada pemanfaatan limbah tempurung kelapa yang banyak tersebar di lingkungan sekitar untuk diolah menjadi komoditi industri yang bernilai ekonomi, sosial dan ekologi. (Dari berbagai Sumber)


Prev Post Next Post Home