Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Jumat, 07 September 2012

PENDATAAN



Kondisi Industri Kab. Rokan Hilir


Telah kita lewati bersama satu dekade berdirinya Kabupaten Rokan Hilir, telah terasa sedikit banyaknya hasil pembangunan yang dicapai. Dan selama itu pula Dinas Perindustrian dan Perdagangan tetap eksis keberadaannya ditengah pembangunan ekonomi daerah. Meski terasa masih banyak yang belum dapat dirasakan langsung keberadaannya bagi setiap lapisan masyarakat, kami selaku penulis akan terus berusaha memberikan yang terbaik.

 
Seberapa pentingnya pembangunan di segala sektor, namun kita tidaklah mungkin dapat menafikan bahwasanya arah pembangunan di sektor perekonomian pada umumnya dan perindustrian pada khusus hingga saat ini belum dapat menjadi prioritas utama pembangunan di daerah. Sektor pembungunan infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia tetap merupakan prioritas utama dalam pembangunan, dimana Rokan Hilir sebelum berdiri menjadi sebuah Kabupaten sangat tertinggal cukup jauh daripada daerah-daerah lain disekitarnya. Namun semua hal tersebut tidaklah menyurutkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk tetap memperjuangkan pertumbuhan sektor ekonomi dan industri pada khususnya.
Sebagai salah satu tugas pokok dan fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam melakukan pendataan di sektor industri dan dagang, maka berikut ini penulis akan coba memaparkan sejauhmana perkembangan sektor industri kita saat ini.
Dari hasil pendataan lapangan yang telah dilakukan pada anggaran 2008 yang lalu, kali ini penulis mencoba memberikan hasil telaah yang dapat dijadikan masukkan bagi setiap lapisan masyarakat.
Berikut ini merupakan hasil-hasil yang dapat disimpulkan dari kegiatan Pendataan Industri Tahun Anggaran 2008 :

Kecamatan Bangko

No
Tahun 2002
Tahun 2008
Jenis Industri
Jumlah
%
Jenis Industri
Jumlah
%
1
Ind. Kapal Perahu (kayu)
45
24 %
Ind. Pakaian Jadi
37
24 %
2
Ind. Pekerjaan Khusus Logam
15
10 %
Ind. Barang-barang Logam bukan Alumunium siap pasang untuk bangunan
18
12 %
3
Ind. Furniture dari Kayu
14
8 %
Ind. Furniture dari Kayu
17
11 %
·         Terjadi penurunan drastis pada jumlah industri pembuatan kapal kayu, dimana hal tersebut merupakan dampak langsung yang dirasakan pengusaha kapal kayu di Bagansiapiapi dan sekitarnya atas kebijakan pemerintah pusat memberlakukan pengawasan Ilegal Logging
·         Industri logam pada sebelum dan sesudah tahun 2002 bahkan setelah tahun 2008 merupakan industri yang tetap meningkat seiring perkembangan kota. Industri logam sendiri merupkan pendukung kegiatan pembangunan serta mempunyai peluang usaha yang cukup baik. Indikasi tersebut tampak pada banyaknya pekerja/buruh yang beralih profesi dari buruh kapal menjadi buruh bangunan
·         Industri Furniture dan Bahan Kayu Bangunan terjadi peningkatan baik dari jumlah maupun persentasenya
·         Pada hasil pendataan tahun 2008 ini, industri pakaian jadi merupakan industri yang mulai berkembang dengan sangat baik, setara dengan mulai banyaknya urbanisasi ke Bagansiapiapi

Kecamatan Kubu

No
Tahun 2002
Tahun 2008
Jenis Industri
Jumlah
%
Jenis Industri
Jumlah
%
1
Ind. Industri Makanan yang tidak diklasifikasikan ditempat lain (Olahan Ikan)
78
79 %
Ind. Industri Makanan yang tidak diklasifikasikan ditempat lain (Olahan Ikan)
70
58 %
2
Ind. Pekerjaan Khusus Logam
8
8 %
Ind. Pakaian Jadi
15
12 %
·         Kecamatan Kubu merupakan daerah utama penghasil olahan ikan laut terutama produk terasi dan ikan asin. Industri ini telah bertahan secara turun-temurun sejak lama di sekitar daerah muara sungai (delta) Rokan, meliputi kawasan Bagansiapiapi, Pulau Halang, Raja Bejamu, Sinaboi dan Panipahan.
·         Industri logam yang sebelumnya cukup banyak terdapat di Kecamatan Kubu, saat ini jumlah pengrajin berkurang. Hal ini terindikasi pada 2 hal yaitu, dikarenakan imbas berkurangnya industri kapal kayu serta tingkat pembangunan yang kurang
·         Pada hasil pendataan tahun 2008 ini, industri Pakaian Jadi juga merupakan industri yang mulai berkembang dengan cukup baik.
·         Seiring perkembangan zaman dari hasil pendataan lapangan, di Kecamatan Kubu telah mulai tumbuh beraneka industri kecil dan menengah. Hal ini terindikasi pada peningkatan jumlah jenis usaha industri, dimana pada tahun 2002 terdapat 7 jenis saja dan pada tahun 2008 terdapat 14 jenis usaha

Kecamatan Tanah Putih Sedinginan

No
Tahun 2002
Tahun 2008
Jenis Industri
Jumlah
%
Jenis Industri
Jumlah
%
1
Ind. Pakaian Jadi dari Tekstil
6
60 %
Ind. Pakaian Jadi dari Tekstil
11
19 %




Ind. Furniture dari Kayu
8
15 %
·         Ada satu hal yang menarik di Kecamatan Tanah Putih Sedinginan, daerah ini merupakan daerah perintis pembuatan sulaman tekad yang berbahan utama kain beludru (baldu) berupa pernak-pernik pelaminan dan saat ini banyak dikembangkan di daerah lain di Riau
·         Pada hasil pendataan tahun 2008 ini, industri Pakaian Jadi juga merupakan industri yang mulai berkembang dengan cukup baik, hal tersebut dapat dilihat pada jumlah usaha yang meningkat meskipun secara pesentasenya menurun dikarenanya adanya peningkatan yang signifikan pada jumlah jenis usaha
·         Seiring perkembangan zaman dari hasil pendataan lapangan, di Kecamatan Tanah Putih telah mulai tumbuh beraneka industri kecil dan menengah. Hal ini terindikasi pada peningkatan jumlah jenis usaha industri, dimana pada tahun 2002 terdapat 3 jenis saja dan pada tahun 2008 terdapat 16 jenis usaha

Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan

No
Tahun 2002
Tahun 2008
Jenis Industri
Jumlah
%
Jenis Industri
Jumlah
%
1
Ind. Furniture dari Kayu
6
60 %
Ind. Furniture dari Kayu
2
32 %




Ind. Barang Dari Kayu, Rotan, Gabus Yang Tidak Diklasifikasikan
1
17 %
·         Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, daerah ini merupakan daerah rencana percontohan pengembangan industri kerajinan meubel bambu
·         Pada hasil pendataan tahun 2008 ini, industri Furniture dari Kayu juga merupakan industri yang mulai berkembang dengan cukup baik, hal tersebut dapat dilihat pada jumlah usaha yang meningkat
·         Seiring perkembangan zaman dari hasil pendataan lapangan, di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan telah mulai tumbuh beraneka industri kecil dan menengah. Hal ini terindikasi pada peningkatan jumlah jenis usaha industri, dimana pada tahun 2002 terdapat 3 jenis saja dan pada tahun 2008 terdapat 6 jenis usaha

Kecamatan Pujud

No
Tahun 2002
Tahun 2008
Jenis Industri
Jumlah
%
Jenis Industri
Jumlah
%
1
Ind. Pakaian Jadi
5
56 %
Ind. Pengasapan Ikan dan Biota Perairan Lainnya
23
53 %
2
Ind. Furniture dari Kayu
2
22 %
Ind. Furniture dari Kayu
8
12 %
3
Ind. Barang Dari Kayu, Rotan, Gabus Yang Tidak Diklasifikasikan (Arang)
1
11 %
Ind. Pakaian Jadi
5
11 %
·         Ada satu hal yang menarik di Kecamatan Pujud, daerah ini merupakan daerah penghasil utama Ikan Salai yang diproduksi oleh Industri Pengasapan Ikan skala rumah tangga. Terutama jenis ikan salai Selais merupakan produk ikan salai unggulan di Propinsi Riau karena terkenal paling enak, meskipun tetap juga memproduksi ikan salai dari jenis ikan-ikan lainnya seperti baung, harwan (gabus), tawes, patin, tapah dan lain-lain.
·         Industri Furniture dari Kayu pada sebelum dan sesudah tahun 2002 bahkan setelah tahun 2008 merupakan industri yang tetap meningkat seiring perkembangan daerah. Industri Furniture dari Kayu sendiri merupkan pendukung kegiatan pembangunan serta mempunyai peluang usaha yang cukup baik. Industri Furniture dari Kayu terjadi peningkatan jumlah usaha meskipun tingkat persentasenya menurun.

Kecamatan Bagansinembah

No
Tahun 2002
Tahun 2008
Jenis Industri
Jumlah
%
Jenis Industri
Jumlah
%
1
Ind. Pakaian Jadi dari Tekstil
12
28 %
Ind. Pakaian Jadi dari Tekstil
52
24 %
2
Ind. Moulding dan Komp. Bahan Bangunan
6
14 %
Ind. Furniture dari Kayu
26
12 %
3
Ind. Furniture dari Kayu
6
14 %
Ind. Barang-barang Logam bukan Alumunium siap pasang untuk bangunan
19
11 %
·         Industri Pakaian Jadi dari Tekstil merupakan usaha industri yang memiliki potensi sangat baik di Bagansinembah, dimana terindikasi dengan peningkatan signifikan pada jumlah dan persentase dari data yang diperoleh. Hal tersebut juga menjadi indikasi positif pada perkembangan ekonomi daerah. Dimana Kecamatan Bagansinembah yang beribukota Bagan Batu merupakan kota yang memiliki perkembangan paling pesat selain Bagansiapiapi sendiri sebagai ibukota Kabupaten Rokan Hilir. Dengan letak strategisnya yang berada di jalur lintas Sumatera, posisi letak yang berbatasan langsung dengan Propinsi Sumatera Utara serta jumlah penduduk yang besar (+600.000 jiwa), membuat Bagan Batu menjadi salah satu kota kecil yang menjadi target pertumbuhan investasi di Riau.
·         Industri Furniture dari Kayu terjadi peningkatan signifikan dari segi jumlah pengusaha, hal ini juga merupakan indikasi positif bagi pembangunan dan pengembangan daerah.
·         Industri Barang-barang Logam Siap Pasang untuk bangunan pada sebelum dan sesudah tahun 2002 bahkan setelah tahun 2008 merupakan industri yang tetap meningkat seiring perkembangan kota. Industri logam sendiri merupakan pendukung kegiatan pembangunan serta mempunyai peluang usaha yang cukup baik
·         Al hasil dari pendataan tahun 2008 ini, perkembangan industri di Kecamatan Bagansinembah merupakan tingkat perkembangan usaha kecil dan menengah yang paling baik di Kabupaten Rokan Hilir.


Kecamatan Bangko Pusako

No
Tahun 2002
Tahun 2008
Jenis Industri
Jumlah
%
Jenis Industri
Jumlah
%
1
Ind. Batu bata dari Tanah Liat
2
100 %
Ind. Batu bata dari Tanah Liat
17
29 %
2



Ind. Furniture dari Kayu
15
27 %
3



Ind. Pakaian Jadi dari Tekstil
8
14 %
·         Industri Batu Bata dari Tanah Liat di Kecamatan Bangko Pusako merupakan usaha industri unggulan daerah dan merupakan produk pendukung bagi kegiatan pembangunan daerah baik lokal maupun daerah sekitarnya. Industri ini terindikasi terus meningkat, selain karena banyaknya permintaan pasar juga dikarenakan potensi sumber daya alam daerahnya yang mendukung tumbuhnya industri ini.
·         Industri Furniture dari Kayu sebagai salah satu sektor pendukung kegiatan pembangunan juga telah tumbuh dengan sangat baik di Kecamatan ini. Hal ini menunjukkan tren positif bagi perkembangan daerah yang baru dimekarkan pada tahun 2002 ini.
·         Industri Pakaian Jadi dari Tekstil juga berkembang cukup baik, indikasi ini akan menunjukkan pada tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi dan dapat dilihat mulai banyaknya penduduk yang bermukim disekitar jalan lintas Sumatera dan Kepenghuluan Bangko Kiri dan Kanan.

Kecamatan Pasir Limau Kapas

No
Tahun 2002
Tahun 2008
Jenis Industri
Jumlah
%
Jenis Industri
Jumlah
%
1
Ind. Kapal Perahu (kayu)
18
22 %
Ind. Penggaraman/ Pengasinan untuk Ikan dan Biota Perairan Lainnya
20
35 %
2
Ind. Barang Perhiasan untuk Keperluan Pribadi dari Logam Mulia
16
19 %
Ind. Barang Perhiasan untuk Keperluan Pribadi dari Logam Mulia
10
17 %
3
Ind. Penggaraman/ Pengasinan untuk Ikan dan Biota Perairan Lainnya
15
17 %
Ind. Pakaian Jadi dari Tekstil
7
12 %
·         Seperti halnya yang terjadi di Kecamatan Bangko, Kubu dan Sinaboi; di Kecamatan Pasir Limau Kapas juga terjadi penurunan yang signifikan pada Industri Kapal Perahu dengan maraknya pengawasan Ilegal Logging.
·         Sedangkan Industri Barang Perhiasan untuk Keperluan Pribadi dari Logam Mulia mengalami penurunan seiring menurunnya Industri Kapal Kayu yang sebelumnya menjadi primadona pendapat masyrakat.
·         Industri Penggaraman/ Pengasinan untuk Ikan dan Biota Perairan Lainnya yang memproduksi hasil olahan ikan tangkap seperti terasi dan ikan asin tetap menjadi mata pencaharian utama masyarakat yang sebagian besar bermukim di daerah pesisir ini.

Kecamatan Sinaboi

No
Tahun 2002
Tahun 2008
Jenis Industri
Jumlah
%
Jenis Industri
Jumlah
%
1
Ind. Penggaraman/ Pengasinan untuk Ikan dan Biota Perairan Lainnya
7
28 %
Ind. Penggaraman/ Pengasinan untuk Ikan dan Biota Perairan Lainnya
34
84 %
2
Ind. Industri Makanan yang tidak diklasifikasikan ditempat lain (Olahan Ikan)
5
20 %
Ind. Kerupuk dan Sejenisnya
2
4 %
3
Ind. Kapal Perahu (kayu)
4
16 %



·         Industri Penggaraman/ Pengasinan untuk Ikan dan Biota Perairan Lainnya yang memproduksi hasil olahan ikan tangkap seperti terasi udang dan ikan asin tetap menjadi mata pencaharian utama masyarakat yang sebagian besar bermukim di daerah pesisir ini. Dan Kecamatan Sinaboi merupakan daerah nomor 2 di Kabupaten Rokan Hilir sebagai penghasil olahan ikan setelah Kubu dengan Pulau Halangnya.
·         Ada satu hal yang menarik di Kecamatan Sinaboi, bahwa perairan Sinaboi dikenal sebagai daerah penghasil kerang, udang dan biota sejenisnya dan telah dikenal sejak lama seperti halnya Bagansiapiapi. Hal tersebut merupakan potensi yang mempunyai nilai ekonomi yang menjanjikan.

Kecamatan Rantau Kopar

No
Tahun 2002
Tahun 2008
Jenis Industri
Jumlah
%
Jenis Industri
Jumlah
%
1
n/a


Ind. Pengolahan dan Pengawetan Ikan dan Biota Perairan Lainnya
17
29 %




Ind. Pakaian Jadi dari Tekstil
3
27 %




Ind. Anyam-anyaman dari Tanaman selain Rotan Bambu
2
14 %
·         Seperti halnya Kecamatan Pujud, Kecamatan Rantau Kopar ini juga salah satu penghasil Ikan Salai (Asap) dan industri skala rumah tangga ini merupakan sektor usaha industri yang dominan. Sebagai daerah pemekaran baru (tahun 2006). Kecamatan Rantau Kopar terbilang mulai berkembang, hal itu terlihat dengan adanya industri Pakaian Jadi.
·         Bila kita lihat dari kondisi alam yang dimiliki, Kecamatan Rantau Kopar memiliki potensi sektor perkebunan dan pengembangan budidaya ikan air tawar.

Kecamatan Batu Hampar

No
Tahun 2002
Tahun 2008
Jenis Industri
Jumlah
%
Jenis Industri
Jumlah
%
1
n/a


Ind. Tempe
3
60 %




Ind. Furniture dari Kayu
1
20 %
·         Kecamatan Batu Hampar merupakan daerah kecamatan yang termasuk baru dimekarkan (sekitar tahun 2004). Dan untuk sektor usaha industri, kecamatan Batu Hampar terbilang daerah yang lambat pertumbuhannya, hal ini tampak dari data yang diperoleh hanya sekitar kurang lebih 5 unit usaha industri saja.



Kecamatan Simpang Kanan

No
Tahun 2002
Tahun 2008
Jenis Industri
Jumlah
%
Jenis Industri
Jumlah
%
1
Ind. Pakaian Jadi dari Tekstil
4
33 %
Ind. Pakaian Jadi dari Tekstil
4
23 %
2
Ind. Furniture dari Kayu
4
33 %
Ind. Furniture dari Kayu
3
18 %
3



Ind. Barang Perhiasan untuk Keperluan Pribadi dari Logam Mulia
3
17 %
·         Sekilas melihat data yang diperoleh di Kecamatan Simpang Kanan, pertumbuhan sektor industri terdapat peningkatan dari segi jumlah dan jenis usaha industri, namun hal tersebut tidaklah signifikan bila dilihat dari jarak angka tahun yang ada.
·         Bila kita lihat dari kondisi alam yang dimiliki, Kecamatan Simpang Kanan memiliki potensi sektor perkebunan yang sangat dominan. Hal dominan tersebut menyebabkan usaha industri mengalami pertumbuhan yang lambat namun tetap bisa terus berkembang seiring meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan mulai banyaknya permintaan masyarakat lokal.
·         Kendala pertumbuhan yang lambat ini dimungkinkan karena daerah Kecamatan Simpang Kanan kurang memiliki akses jalan memadai.

Kecamatan Rimba Melintang

No
Tahun 2002
Tahun 2008
Jenis Industri
Jumlah
%
Jenis Industri
Jumlah
%
1
Ind. Batu bata dari Tanah Liat
6
30 %
Ind. Furniture dari Kayu
9
38 %
2
Ind. Furniture dari Kayu
5
25 %
Ind. Tempe
6
25 %
3
Ind. Berbagai Pekerjaan Khusus dari Logam
5
25 %
Ind. Batu bata dari Tanah Liat
3
13 %
·         Hampir sama hal di Kecamatan Simpang Kanan, Kecamatan Rimba Melintang merupakan daerah yang sangat dominan dalam hal produksi hasil-hasil pertanian dan peternakan seperti padi, sayur-sayuran, tanaman kebun, kacang-kacang, unggas, mamalia dan lain-lain. Namun lain pula halnya dengan Kecamatan Simpang Kanan, Kecamatan Rimba Melintang memiliki akses jalan sudah cukup memadai. Meskipun jenis usaha industri yang dimiliki ada, namun pertumbuhan industri  terbilang lamban. Keberadaan industri kecil dan menengah di Kecamatan Rimba Melintang sebenarnya cukup banyak bisa ditemui, namun terkesan usaha musiman (tidak tetap). Bila dilihat dari banyaknya jenis hasil bumi yang dihasilkan di daerah ini, sudah semestinya pertumbuhan industri bisa diarahkan pada industri yang mengubah dari bahan bahan baku menjadi produk jadi (industri hilir). Hal tersebut memungkinkan industri hulu yang memproduksi bahan baku akan bisa bertahan, seperti industri hilir pohon kelapa, kacang kedelai, padi, buah-buahan, pakan ikan dan ternak, pupuk kompos dan lain sebagainya.


Industri Dalam Angka

Bila kita melihat hasil raw data hasil pendataan yang dilakukan, mungkin sedikit akan menyulitkan untuk dapat memahaminya dikarena jenis usaha industri yang ditampilkan sangatlah beragam jenisnya yang disebabkan adanya pengaturan klasifikasi industri yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat (BPS, red). Maka dari itu, jenis industri yang ditampilkan dibawah ini merupakan jenis usaha industri yang disatukan dan dominan terdapat di Kabupaten Rokan Hilir.


INDUSTRI TAHUN 2002

















Jenis Industri
Kab. Rohil
Bangko
Kubu
T. Putih Sedinginan
T. P Tanjung Melawan
Pujud
Bagan Sinembah
Bangko Pusako
Pasir Limau Kapas
Sinaboi
Rantau Kopar
Batu Hampar
Simpang Kanan
Rimba Melintang


Industri Pakaian Jadi
38
1
1
6
1
5
12
-
2
1
3
-
4
2

Industri Furniture
39
14
3
2
1
2
6
-
1
-
-
1
4
5

Industri Logam Bangunan
20
5
-
2
-
-
5
-
1
4
-
-
2
1

Industri Makanan
220
57
78
-
-
1
8
-
40
16
17
3
-
-

Industri Batu Bata
20
8
-
-
-
-
1
2
-
-
-
1
2
6

Industri Kapal Kayu
74
46
5
-
-
-
-
-
18
4
1
-
-
-

Industri Kerajinan
2
-
-
-
-
-
-
-
-
-
2
-
-
-

 





INDUSTRI TAHUN 2008

















Jenis Industri
Kab. Rohil
Bangko
Kubu
T. Putih Sedinginan
T. P Tanjung Melawan
Pujud
Bagan Sinembah
Bangko Pusako
Pasir Limau Kapas
Sinaboi
Rantau Kopar
Batu Hampar
Simpang Kanan
Rimba Melintang


Industri Pakaian Jadi
149
38
15
12
1
5
53
9
7
-
3
-
4
2

Industri Furniture
105
17
9
12
2
10
27
15
1
-
-
1
3
9

Industri Logam Bangunan
70
7
4
7
1
2
27
6
7
1
1
-
6
1

Industri Makanan
257
35
85
10
1
26
25
1
4
39
17
3
3
8

Industri Batu Bata
24
-
1
-
-
-
1
17
-
-
-
1
1
3

Industri Kapal Kayu
24
13
3
-
-
-
-
-
7
-
1
-
-
-

Industri Kerajinan
33
7
-
5
1
-
8
7
2
-
2
-
-
1




Jenis Industri
Kab. Rohil
Persentase
Pertumbuhan
Industri Pakaian Jadi
149
292%
Industri Furniture
105
169%
Industri Logam Bangunan
70
250%
Industri Makanan
257
17%
Industri Batu Bata
24
20%
Industri Kapal Kayu
24
-68%
Industri Kerajinan
33
1550%

Dari hasil perbandingan 2 (dua) tabel di atas, maka dapatlah disimpulkan tingkat pertumbuhan sektor industri Kabupaten Rokan Hilir saat ini sebagai berikut :
  1. Industri Pakaian Jadi;
Pertumbuhan industri ini terbilang cukup baik, terlihat dari hampir setengah jumlah kecamatan yang ada se-Kabupaten Rokan Hilir mengalami peningkatan. Industri ini juga merupakan indikator pertumbuhan penduduk yang cukup baik
  1. Industri Furniture;
Usaha Industri Furniture dari Kayu merupakan kegiatan yang bersifat mendasar di setiap daerah, hal ini biasanya akan mengindikasikan tingkat pertumbuhan pembangunan fisik. Dari hasil pendataan yang dilakukan, tampak bahwa Kecamatan Bagansinembah merupakan daerah yang paling tinggi tingkat pertumbuhan dari segi kuantitasnya se-Kabupaten Rokan Hilir. Dan dimungkinkan usaha ini agak sedikit terhambat pertumbuhannya yang disebabkan kebijakan Pemerintah Pusat terkait Ilegal Logging.
  1. Industri Logam Bangunan;
Industri Logam Bangunan merupakan salah satu indikator pertumbuhan pembagunan fisik di suatu daerah dan kecendrungannya akan menggambarkan sejauhmana pertumbuhan pembagunan fisik pada skala menengah keatas. Dari data hasil yang diperoleh, kembali Kecamat Bagansinembah menduduki peringkat teratas dalam hal pertumbuhan jumlah (kuantitas) usaha kegiatan tersebut yang diikuti oleh Kecamatan Tanah Putih.
  1. Industri Makanan;
Dari segi kuantitas yang ada dari hasil pendataan, kegiatan usaha ini merupakan usaha yang paling banyak jumlahnya meskipun bila dilihat dari segi pertumbuhannya tidaklah terlalu besar. Dan dari data yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar kegiatan usaha Industri Makanan yang terdapat di Kabupaten Rokan Hilir ini bergerak pada sektor penunjang usaha perikanan tangkap seperti Pulau Halang (Kecamatan Kubu), Sinaboi dan Panipahan pada perikanan laut serta Pujud dan Rantau Kopar pada perikanan darat (air tawar). Sedangkan Industri Makanan yang memanfaatkan hasil indusri agro pertanian masih terlihat kurang, seperti pengolahan yang berbahan baku tepung, kacang tanah, kacang kedelai, buah-buahan dan hasil kebun lainnya. Padahal industri ini lebih akan menunjukkan tingkat pendayagunaan nilai tambah bagi sektor industri skala rumah tangga.
  1. Industri Batu Bata;
Industri Batu Bata merupakan juga salah satu indikator pertumbuhan pembagunan fisik di suatu daerah. Pertumbuhan industri ini terbilang rendah secara keseluruhan, dari data yang diperoleh hanya Kecamatn Bangko Pusako yang memilki tingkat pertumbuhan yang baik dan hal tersebut dimungkinkan karena adanya faktor kondisi alam yang mendukung.
  1. Industri Kapal Kayu;
Industri Kapal Kayu Rokan Hilir adalah kegiatan industri yang mengalami penurunan yang cukup signifikan, bahkan tren yang didapat dari data di lapangan akan mengalami kehilangan bila tidak diantisipasi lebih dini. Hal ini disebabkan oleh terus berkurangnya pasokan bahan baku kayu alam. Langkah-langkah peralihan teknologi pembuatan kapal merupakan salah satu cara untuk mempertahankan keberadaan industri ini dari kepunahan. Keberadaan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan di bidang pembuatan kapal dan keharuman nama yang dimiliki Bagansiapiapi sebagai daerah produksi kapal yang telah dikenal luas merupakan sebuah aset yang berharga.
  1. Industri Kerajinan;
Pertumbuhan Industri Kerajinan di Kabupaten Rokan Hilir menunjukkan angka sangat positif. Meskipun usaha industri ini merupakan indikasi pertumbuhan kebutuhan tersier, apabila dapat dikelola secara profesional akan mewujudkan sebuah industri yang menjanjikan. Industri ini juga dapat mengindikasikan kemajuan tingkat kreatifitas dan inovasi di tengah perkembangan peradaban masyarakat.


Pentingnya Pendataan

Perlu kembali kita telaah lebih jauh ke depan, akan mau dibawa kemanakah pembangunan kita yang telah ada dan rencana kemajuan yang akan datang? Data bisa menjadi alat bantu kita dalam mengambil dan menentukan keputusan, namun bila hasil keputusan yang diambil akan dapat lebih memiliki manfaat yang besar apabila langkah-langkah dan target yang diinginkan tersebut dapat didudukkan secara bersama-sama steakholders dan tokoh masyarakat.
Maka dari itu, penulis mencoba untuk memberikan sebuah wacana langkah-langkah dan target yang dapat diambil sebagai berukut :
  1. Pembangunan Pasar Lokal
Ada 5 (lima) faktor utama pendukung tumbuh dan berkembangnya suatu kegiatan industri antara lain Sumber Daya Manusia, Bahan Baku, Peralatan, Modal Usaha dan Pasar (Market). Dari 5 (lima) faktor di atas, pada kondisi saat ini Pemerintah Daerah dalam hal ini sebagai fasilitor pembangunan daerah sebaiknya memprioritaskan pada pembangunan Pasar (Market) bagi tujuan pemasaran hasil-hasil industri. Prioritas pasar yang diharapkan saat ini yaitu :
a)       Kawasan Agro Industri (Wisata)
b)       Kawasan Industri Perikanan Terpadu
  1. Pengembangan alih teknologi pada sektor industri hulu ke sektor industri hilir baik skala rumah tangga maupun manufaktur seperti industri hilir makanan minuman, kelapa sawit, furniture dan lain-lain. Serta bila memungkinkan juga diharapkan adanya peralihan teknologi pada industri kapal kayu menjadi industri kapal yang berbahan baku serat fiber.
  2. Koordinasi yang lintas sektoral yang terus berkesinambungan dalam pembangunan.


Prev Post Next Post Home