Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Kamis, 21 Juni 2012

KETERSEDIAAN PANGAN KABUPATEN ROKAN HILIR

NERACA BAHAN MAKANAN KABUPATEN ROKAN HILIR
Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling hakiki dan upaya untuk memenuhinya merupakan hak asasi bagi setiap individu. Makanan dalam jumlah yang cukup dan berkualitas bukan hanya penting untuk mempertahankan kehidupan manusia, akan tetapi akan menentukan tumbuh kembang, kecerdasan, kesehatan dan produktivitas kerjanya. Karena itulah pemenuhan kebutuhan pangan selalu mendapat perhatian masyarakat dunia.

Salah satu sasaran penting dalam pembangunan nasional adalah menyediakan jumlah pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk dan sekaligus meningkatkan mutu gizi penduduk.

Dalam upaya mendukung pembangunan pangan, informasi tentang situasi ketersediaan pangan merupakan salah satu bahan pertimbangan dalam melakukan evaluasi dan perencanaan pangan. Instrumen utama dalam penilaian terhadap situasi ketersediaan pangan diantaranya Neraca Bahan Makanan. 
Neraca Bahan Makanan memberikan informasi tentang situasi pengadaan/penyediaan pangan, baik yang berasal dari produksi dalam negeri, impor-ekspor, stok, penggunaan pangan untuk kebutuhan pakan, bibit, serta informasi ketersediaan pangan untuk dikonsumsi penduduk suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu.

SITUASI KETERSEDIAAN PANGAN
Rata-rata angka kecukupan gizi (AKG) tingkat ketersediaan perkapita perhari penduduk Indonesia yang direkomendasikan oleh Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi/WNGP ke VIII tahun 2004 adalah sebesar 2.200 Kalori Energi dan 57 protein. Ketersediaan pangan wilayah Kabupaten Rokan Hilir dapat digambarkan dengan ketersediaan energi, protein dan lemak. Ketersediaan energi kabupaten rokan hilir tahun 2009 dapat dilihat dari gambar 1 dibawah ini :
Ketersediaan energi Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2009 adalah sebesar 3.065 kalori/hari, dimana bahan makanan yang memiliki kalori terbesar terdapat pada Padi-padian (1.397 kalori/hari) dan ikan (730 kalori/hari). Ketersediaan protein di kabupaten rokan hilir tahun 2009 yaitu sebesar 218.50 gram/hari. 





Ketersediaan protein yang paling besar disumbangkan oleh ikan yaitu 165.77 gram/hari, padi-padian 34.51 gram/hari dan daging 6.80 gram/hari. Sedangkan yang tidak memiliki protein terdapat pada lemak (Gambar 2. Ketersediaan Protein Tahun 2009).

Meningkatnya penyediaan protein disebabkan beberapa hal yaitu peningkatan produksi sumber protein baik nabati dan hewani, dapat dilihat dari peningkatan produksi dalam negeri seperti penyediaan kacang-kacangan, daging dan ikan. Kelancaran distribusi dari kabupaten/provinsi tetangga juga meningkatkan sumber ketersediaan protein. 

Ketersediaan lemak di kabupaten rokan hilir didominasi oleh lemak nabati yaitu lemak minyak 42.97 gram/hari dan buah biji berminyak 10.28 gram/hari. Sedangkan untuk lemak hewani yang paling banyak terdapat pada daging yaitu sebesar 7.68 gram/hari (Gambar 3. Ketersediaan Lemak Tahun 2009). 

Ketersediaan lemak tidak signifikan karena belum adanya kebijakan regulasi pemerintah untuk dalam pengolahan lanjutan CPO di dalam negeri, sehingga penyediaan lemak dari komoditas sawit tidak terlalu besar menyumbangkan ketersediaan energi karena hanya beberapa persen CPO dari hasil perkebunan sawit yang diolah untuk bahan makanan sumber lemak dalam negeri.

Berdasarkan hasil Neraca Bahan Makanan angka tetap tahun 2009 dapat mengambarkan situasi ketersediaan pangan Kabupaten Rokan Hilir adalah sebagai berikut : 
Tahun 2009 total ketersediaan zat gizi perkapita yaitu 3.065 kalori/hari, protein 218.50 gram/hari, lemak 79.91 gram/hari. 
Ketersediaan pangan ini didominasi oleh pangan nabati sebesar 2.187 kalori/hari, protein 42.24 gram/hari dan lemak 60.04 gram/hari. 

Sumbangan ketersediaan pangan hewani adalah 878 kalori/hari, 176.26 gram/hari protein dan 13.87 gram/hari lemak. Hal ini dapat dilihat pada diagram 1. Persentase Energi Kelompok Pangan. 






Prev Post Next Post Home