Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Jumat, 25 November 2011

Teknologi Tepat Guna Sektor perikanan dan Peternakan

Alat Tangkap Ikan

Penangkapan ikan yang dilakukan di wilayah Rokan Hilir berdasarkan cara beroperasinya dibedakan menjadi dua gololongan yaitu alat tangkap statis dan alat tangkap dinamis. Alat tangkap statis sifatnya tetap dan tidak berpindah-pindah, jenis alat tangkap seperti ini antara lain bubu tiang. Sedangkan alat tangkap dinamis bersifar berpidah-pindah atau selalu bergerak. Masyarakat Rokan Hilir sebagian besar menggunakan alat tangkap dinamis seperti jaring (gillnet). Daerah operasi penagkapan (Fishing ground) alat tangkap tersebut berada sejauh 12 mil dari garis pantai.

Tabel Keadaan Alat Tangkap Ikan Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2006-2008

Tidak ada perubahan pada jumlah alat tangkap ikan pada tahun 2008 dibanding tahun 2007 baik itu jumlah perjenis alat tangkap maupun jumlah keseluruhan jenis alat tangkap. Pada tahun 2007 jumlah keseluruhan alat alat tangkap tercantum 3.156 unit, begitu juga dengan jumlah alat tangkap pada tahun 2008. Dari tabel di atas kita ketahui alat tangkap yang paling banyak digunakan adalah jaring sebanyak 1036 unit, diikuit oleh bubu tiang sebanyak 549 unit. Sedangkan alat tangkap yang paling sedikit digunakan adalah alat tangkap cicisebanyak 4 unit.

Armada Perikanan

Armada perikanan di Kabupaten Rokan Hilir di bedakan menjadi dua yaitu armada perikanan laut dan armada perikanan perairan umum. Armada perikanan laut umumnya dilengkapi dengan alat navigasi, tonese dan kemampuan yang lebih besar dibandingkan dengan armada perikanan perairan umum. Armada perikanan laut sendiri dibedakanmenjadi dua jenis yaitu perahu tanpa motor (PTM) yang digerakan dengan tenaga manusia tanpa bantuan mesin dan perahu bermotor yaitu perahu/kapal/boat/tongkang yang digerakan oleh mesin. Keadaan umum armada perikanan laut Kabupaten Rokan Hilir dalam tiga tahun dapat dilihat pada tabel:

Tabel Armada Perikanan Laut Kabupaten Rakoan Hilir Tahun 2006-2008 (Unit)

Armada perikanan laut tidak mengalami perubahan jumlah dibanding tahun 2007. hal ini berhubungan dengan tidak bertambahnya jumlah RTP pada perikanan laut tangkap. Namun pada armada perikanan perairan umumterjadi kenaikan sejumlah 52 unit yaitu seperti yang dituangkan pada RTP perairan umum pada tahun 2008. Daerah yang paling banyak memiliki armada penangkapan adalah kecamatan Pasir Limau Kapas sebanyak 210 unit kapal tanpa motor dan 902 unit kapal bermotor, diikuti oleh kecamatan bangko sebanyak 110 unit kapal tanpa motor dan 420 unit kapal bermotor. Daerah yang memiliki armada penangkapan dalam jumlah rendah adalah kecamatan Kubu yakni sebanyak 35 unit kapal tanpa motor dan 318 unit kapal motor.

Beberapa kapal yang ditangkap dalam kegiatan pengawasan dan pemberantasan Ilegal Fishing di perairan Kabupaten Rokan Hilir yang perkaranya telah diserahkan ke Kejaksaan (P21) adalah :

Alat Tangkap Garuk Kerang (yang melanggar ketentuan)
- KM. Merpati Dila (Asal Tunjang Balai Asahan, Sumut)
- KM. Sahabat Bahari (Asal Tanjung Balai Asahan, Sumut)
- KM. Sri Rezeki (Asal Tanjung Balai asahan, Sumut)

Alat Tangkap Pukat Harimau (alat tangkap terlarang)
- KM. Bintang Laut (Asal Belawan, Sumut)
- KM. Mina Andalas Samudra III (Asal Belawan, Sumut)
- KM. Maju Baru (Asal Belawan, Sumut)
- KM. Harapan Makmur III (Asal Belawan, Sumut)

Menangkap kan menggunakan 2 kapal gandeng
- KM Setia Makmur dan KM. Setia (Asal Tanjung Balai Asahan, Sumut)


Prev Post Next Post Home