Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Rabu, 23 November 2011

Produksi Perikanan Kabupaten Rokan Hilir

Pada tahun 2008 Kabupaten Rokan Hilir memiliki produksi perikanan sebesar 57.607,6 ton, jumlah tersebut 95,89% atau sebesar 55.241 ton berasal dari kegiatan Penangkapan di laut. Produksi perikanan tangkap laut pada tahun 2008 mengalami peningkatan sebesar 1129 ton atau sebesar 2,09% dibandingkan pada tahun 2007. Salah satu faktor yang menjadi pendukung naiknya produksi perikanan tangkap laut di Kabupaten Rokan Hilir adalah turunnya harga BBM. Kenaikan BBM juga bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan turunnya produksi perikanan tangkap laut, ada faktor lain seperti banyaknya penggunaan alat tangkap pukat harimau atau pukat ikan yang berasal dari Belawan, Sumatra Utara atau penangkapan yang dilakukan oleh nelayan asing. Selain itu tingkat degradasi dikarenakan erosi dan abrasi sungai akibat adanya penebangan hutan di hulu sungai untuk lahan perkebunan, industri kertas juga berperan serta terhadap turunnya hasil perikanan tangkap di Kabupaten Rokan Hilir.

Perikanan perairan umum mengalami kenaikan produksi sebesar 1.5% atau sebesar 34 ton pada tahun 2008 bila dibandingkan pada tahun 2007. Kenaikan produksi ini diperkirakan karena tingkat pencemaran perairan umum yang rendah di Kabupaten Rokan Hilir. Selama tahun 2008 tidak pernah terjadi kematian ikan masal. Perikanan perairan umum di Kabupaten Rokan Hilir banyak dipengaruhi oleh adanya industri besar perkebunan yang berada di sepanjang pinggiran Sungai Rokan. Industri kelapa sawit banyak membuang limbah ke badan perairan dan banyaknya pestisida serta pupuk yang berasal dari perkebunan menyebabkan turunya nilai kualitas air Sungai Rokan.

Kenaikan produksi perikanan budidaya pada tahun 2008 sebesar 13,1% atau 6,2 ton bila dibandingkan dengan produksi pada tahun 2007. Kenaikan produksi didukung oleh normalnya kembali aktivitas budidaya pasca kenaikan harga pakan sebagai dampak dari naiknya harga BBM. Namun turunnya harga BBM tidak diikuti dengan turunnya harga sarana produksi perikanan. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan alternatif dengan cara pemberian pakan alami dan pembuatan pakan sendiri untuk komoditasnya sehingga dapat mengurangi pengguaan pakan dari pabrik.

Tabel Produksi Perikanan Hasil Budidaya di Kolam Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2006-2008 (Ton)

Produksi perikanan keramba mengalami penurunan pada tahun 2008 dibandingkan pada tahun 2007. penurunan sebesar 6,8% atau sebesar 1,1 ton.Penurunan diakibatkan karena kurangnya modal untuk membeli benih dan pakan ikan, kurangnya hasil tangkapan ikan tertentu di Pujud. Ikan yang dipelihara di keramba dengan ukuran 2 x 1 x 1 m selain dari benih juga berasal dari hasil tangkapan nelayan sekitar. Biasanya ikan yang tertangkap adalah dari jenis ikan baung, toman dan lainnya. Kondisi ini sangat ironis mengingat Kabupaten Rokan Hilir memiliki perairan umum yang sangat luaskhususnya sungai rokan, yang sangat potensial untuk pengembangan keramba. Kondisi Rumah Tangga Perikanan (RTP) laut tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan tahun 2007. Perairan di wilayah Selat Malaka khususnya wilayah laut Kabupaten Rokan Hilir telah mengalami kondisi Over Fishing. Oleh karena itu mengakibatkan tidak bertambahnya Rumah Tangga Perikanan.

Rumah Tangga Perikanan perairan umum mengalami pertumbuhan pada tahun 2008 dibandingkan dengan tahun 2007. peningkatan tersebut didukung oleh adanya bantuan sampan dan jaring di Kecamatan Pujud, Rimba Melintang dan Rantau kopar dengan jumlah keseluruhan 80 unit. Bantuan di berikan untuk mengganti sampan yang rusak dan diberikan kepada masyarakat yang tidak punya pekerjaan tetap. RTP terbanyak berada di Kecamatan Pujud, Tanah Putih dan Rantau Kopar mengingat wilayah tersebut berada di wilayah tepi Sungai Rokan. Sungai Rokan merupakan sungai terbesar di Riau, banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya terhadap Sungai Rokan sebagai tempat mata pencaharian, kebutuhan sehari-hari (mandi, cuci dan kakus) serta sarana transportasi.

Tabel Rumah Tangga Perikanan Perairan Umum Kegiatan Penangkapan Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2006-2008 (RTP)

Tabel di atas menunjukkan banyaknya jumlah rumah tangga perikanan perairan umum kegiatan penangkapan di Kabupaten Rokan Hilir. Berdasarkan data tersebut diketahui jumlah rumah tangga perikanan umum kegiatan penangkapan terbanyak adalah di kecamatan Pujud sebesar 400 rumah tangga, diikuti oleh kecamatan Rantau Kopar sebanyak 133 rumah tangga. Jumlah rumah tangga yang paling sedikit berada pada kecamatan Sinaboi, sebanyak 22 rumah tangga.

Tabel Produksi Perikanan Hasil Budidaya Keramba Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2006-2008 (Ton)

Untuk mengetahui Rumah tangga Perikanan dapat dilihat pada tabel. Dari Tabel 8 Kegiatan Rumah Tangga Perikanan budidaya meliputi budidaya di kolam dan di keramba. Kondisi Rumah Tangga Perikanan selama tahun 2008 mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut berada di Kecamatan Bangko. Masyarakat sudah mulai memanfaatkan lahan pekarangannya untuk sesuatu yang produktif.

Tabel Rumah Tangga Perikanan Kegiatan Budidaya Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2006-2008 (RTP)

Dari tabel di atas dapat kita ketahui bahwa jumlah rumah tangga perikanan budidaya terbesar berada pada kecamatan Rimba Melintang dengan jumlah rumah tangga sebanyak 206 RTP, diikuti oleh kecamatan Bagan Sinembah dengan jumlah rumah tangga sebanyak 198 RTP. Jumlah rumah tangga perikanan budidaya yang paling sedikit berada pada kecamatan Tanah Tanjung Putih Melawan sebanyak 11 RTP. Dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan hilir, kecamatan Kubu merupakan satu-satunya kecamatan yang tidak memiliki rumah tangga perikanan budidaya.


Prev Post Next Post Home