Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Kamis, 17 November 2011

Pemetaan Produk Unggulan Pertanian Kab.Rokan Hilir

Sektor pertanian hingga saat ini masih memegang peranan penting dalam konteks pembangunan daerah. Sebagai daerah agraris yang memiliki potensi cukup besar di bidang pertanian meliputi tanaman pangan (padi, jagung, ketela rambat, ketela pohon, umbi-umbian, kacang tanah, kacang kedelai, kacang-kacang lainnya, sayur-sayuran, dan buah-buahan), perkebunan (kelapa, kelapa sawit, karet, cengkeh, kakao, jambu mete, dll), dan peternakan (sapi, kerbau, kambing, babi, itik, ayam, telur ayam, telur itik, susu sapi, sarang burung walet serta hewan peliharaan lainnya) paling banyak menyerap tenaga kerja. Sektor pertanian dalam arti luas tersebut tetap menjadi andalan perekonomian kawasan di masa kini dan masa datang. 

Dalam rangka meningkatkan nilai tambah yang diterima petani, pembangunan pertanian ke depan diarahkan pada usaha-usaha peningkatan produktivitas dan kualitas produksi yang dihasilkan agar dapat memenuhi kebutuhan dan persediaan bahan baku industri hasil pertanian. Dengan kata lain memerlukan industri yang memanfaatkan bahan baku lokal (resources based industri), termasuk pemenuhan kebutuhan masyarakat Kabupaten Rokan Hilir khususnya dan Provinsi Riau serta Provinsi lain pada umumnya.

Dilihat dari prospektif ketersediaan sumberdaya di bidang pertanian, Kabupaten Rokan Hilir memiliki potensi yang cukup besar dan memungkinkan untuk pengembangan baik di sektor perkebunan, pangan dan holtikultura termasuk sektor peternakan. Demikian pula ketersediaan tenaga kerja dalam bidang pertanian maka sangat memungkinkan Kabupaten Rokan Hilir dikembangkan sebagai salah satu lumbung pangan Provinsi Riau. Terdapat peningkatan penggunaan lahan dalam wilayah Kabupaten Rokan Hilir dari tahun ke tahun.

Untuk mewujudkan Kabupaten Rokan Hilir sebagai salah satu lumbung pangan memerlukan berbagai langkah strategis seperti pembangunan sumberdaya manusia yang merupakan prioritas utama disamping penyediaan sarana dan prasarana produksi baik sebagai penunjang kegiatan fisik maupun dalam rangka peningkatan pelayanan kepada petani, masyarakat dan dunia usaha.

Pengembangan bidang pertanian seperti kelembagaan tanaman pangan dan hortikultura, sektor peternakan harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Disamping itu yang menjadi tujuan dan sasaran pengembangan bidang pertanian adalah terciptanya suatu ketahanan pangan yang menjamin stabilitas perekonomian daerah. Adanya sebagian besar kelompok masyarakat miskin yang masih terkonsentrasi pada bidang pertanian diperlukan adanya upaya guna pengembangan dan peningkatan sektor ini sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan yang terjadi melalui peningkatan kesejahteraan petani. Oleh karena itu pembangunan ekonomi pedesaan dan ekonomi kerakyatan merupakan aspek strategis dalam pemberdayaan. Potensi lahan pertanian di Kabupaten Rokan Hilir terdiri dari tanah sawah dan tanah kering. Tanah sawah umumnya dikembangkan menjadi lahan pertanian sawah.

Berdasarkan data dari Rohil dalam angka 2008, lebih dari 55% perekonomian Kabupaten Rokan Hilir bersumber dari sektor pertanian. Sehingga pembangunan ekonomi dititikberatkan pada sektor pertanian guna mendorong dan menopang sektor industri dan perdagangan serta sektor-sektor lainnya. Pembangunan sektor pertanian untuk meningkatkan produksi pangan yaitu beras palawija dan holtikultura. Tahun 2007 luas lahan di Kabupaten Rokan Hilir tercatat 888.159 ha. Lahan yang digunakan untuk hutan Negara 78.365 ha (8,82%), perkebunan 302.150 ha (34,02%), lading 75.909 ha (8,55%), pekarangan/lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya 29.304 ha (3.30%), rawa-rawa yang tidak diusahakan 154.492 ha (17,39%) tanaman kayu-kayuan 35.300 ha (3,97%), lahan yang sementara tidak diusahakan 44.899 ha (5,06%), sawah 71.945 ha (8,10%), padang rumput 596 ha (0,07%), kolam/empang 85 ha (0,01%) dan sisanya 95.112 ha (10,71%) digunakan untuk lain-lain. 



Prev Post Next Post Home