Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Jumat, 25 November 2011

Nilai Ekonomi Produk Unggulan Peternakan

Potensi ekonomi dari sektor peternakan ditentukan berdasarkan kontribusi potensi unggas dan potensi binatang ternak potong. Untuk unggas dapatd ilihat pada table :

Produksi Dan Nilai Unggas Menurut Jenis Unggas Dan Kecamatan Tahun2007

Dari tabel di atas dapat kita ketahui, produksi ayam buras/ kampong tertinggi berada pada kecamatan Bagan Sinembah, yakni 147025 Kg, dengan nilai sebesar Rp 2940500, diikuti oleh kecamatan Bangko, dengan produksi sebesar 94835 Kg, dengan nilai Rp 1896700, sedangkan kecamatan dengan produksi ayam buras/kampong terendah adalah kecamatan Rantau Kopar sebanyak 5992 Kg, dengan nilai 119840. Produksi telur ayam buras tertinggi berada pada kecamatan Bagan Sinembah yakni 108.24 Kg, dengan nilai Rp 865920, diikuti oleh kecamatan Bangko yakni 69.74 Kg dengan nilai Rp 557920, sedangkan kecamatan dengan produksi telur ayam buras/kampong terendah adalah kecamatan Rantau Kopar, yakni 4.4 Kg dengan nilai Rp 35200.

Produksi telur itik tertinggi berada pada kecamatan Bangko yakni 60.28Kg, dengan nilai Rp 602800, diikuti oleh kecamatan Kubu dan Pasir Limau Kapas dengan produksi yang sama yakni 55.11 Kg dengan nilai Rp 551100, sedangkan kecamatan dengan produksi telur itik terendah adalah kecamatan Tanjung Putih Melawan, yakni 0,99 Kg dengan nilai Rp 9900.

Sedangkan potensi ekonomi produksi daging di Kabupaten Rokan hilir dapat dilihat pada Tabel

Tabel Produksi Daging Menurut Jenis Ternak Dan Kecamatan Tahun 2007

Dari tabel di atas dapat kita ketahui, produksi sapi tertinggi berada pada kecamatan Bagan Sinembah, yakni 19.58 ton, dengan nilai sebesar Rp 783200, diikuti oleh kecamatan Bangko, dengan produksi sebesar 8.62 ton, dengan nilai Rp 344800, sedangkan kecamatan dengan produksi sapi terendah adalah kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan sebanyak 0.29 ton, dengan nilai 11600. Produksi kerbau tertinggi berada pada kecamatan Bagan Sinembah yakni 4.03 ton, dengan nilai Rp 161200, diikuti oleh kecamatan Tanah Putih yakni 1,07 ton dengan nilai Rp 42800, sedangkan kecamatan dengan produksi kerbau terendah adalah kecamatan Sinaboi, yakni 0.19 ton dengan nilai Rp 7600. Produksi kambing tertinggi berada pada kecamatan Bangko Pusako yakni 12.51 ton, diikuti oleh kecamatan Simpang kanan yakni 9.83 ton, sedangkan kecamatan dengan produksi kambing terendah adalah kecamatan Batu Hampar, yakni 0,11 Kg.


Pembangunan subsektor peternakan tidak hanya untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak tetapi untuk meningkatkan pendapatan peternak. Populasi ternak di Kabupaten Rokan Hilir tahun 2007 sapi 7.419 ekor, kerbau 1.263 ekor, kambing/domba 42.670 ekor dan babi 9,687 ekor. Jumlah ternak yang dipotong tahun 2007 sebanyak 867 ekor sapi,129 ekor kerbau, 43.119 ekor kambing/domba, dan 9.031 ekor babi. Produksi daging sapi tahun 2007 50,60 ton dengan nilai Rp. 2.024.000.000, daging kerbau 11,41 ton dengan nilai Rp. 456.400.000, dan daging kambing 57,68 ton dengan nilai Rp. 2.134.160.000. produksi unggas tahun 2007 ayam buras/kampong sebanyak 576.545 ton, telur ayam buras/kampong sebanyak 496,43 ton dan teluritik mencapai 301,64 ton. Nilai seluruh produksi unggas Rp. 18.518.740,00 (Rohil dalam angka 2008)


Prev Post Next Post Home