Beranda | Buku Tamu | Hubungi Kami

Rabu, 23 November 2011

Nilai Ekonomi Produk Unggulan Perikanan

Subsektor Perikanan dan Kelautan di Kabupaten Rokan Hilir memiliki peranan yang sangat penting, hal ini dapat dilihat dari besarnya kontribusi Subsektor Perikanan dan Kelautan terhadap Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Rokan Hilir. Dalam lima tahun terakhir Subsektor Perikanan dan Kelautan memberikan kontribusi lebih dari 20% terhadap produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Rokan Hilir Tanpa Migas. Kontribusi Subsektor Perikanan Perikanan Kabupaten Rokan Hilir yang ingin dicapai oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir pada periode tahun 2006-2010 adalah sebagai berikut. Peranan sektor perikanan dan kelautan dapat dilihat pada Tabel:

Tabel Kontribusi Subsektor Perikanan Yang Ingin Dicapai Oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir tahun 2006-2010

Dalam prediksi kedepan maka Lima tahun kedepan produksi perikanan tangkap Kabupaten Rokan Hilir proyeksikan mencapai 63.640,86 Ton dengan produksi perikanan budidaya mencapai 107,23 Ton. Proyeksi jumlah produksi perikanan tersebut akan dapat memberikan kontribusi terhadap produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Rokan Hilir hingga mencapai 24,03 % sedangkan pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi izin usaha dan hasil usaha diproyeksikan mencapai Rp. 380.270.000,- (tiga ratus delapan puluh juta dua ratus tujuh puluh ribu rupiah).

Rohil dalam angka 2008 Produksi perikanan sebagian besar berasal dari perikanan laut. Hasil perikanan laut 56.376.90 ton (99,88%) dan perairan umum hanya 63,50 ton (0,11%). Produksi ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 1,48%.

Pendapatan asli daerah dari subsektor perikanan bersumber dari retribisi ijin usaha perikanan dan retribusi hasil usaha perikanan, dalam tiga tahun terakhir ini pendapatan asli daerah tersebut mengalami pasang surut. Kondisi ini dapat dilihat pada Tabel 11. Penurunan tersebut sebagai dampak dari adanya surat edaran Mentri Kelautan dan Perikanan yang menyatakan bahwa tidak di perbolehkan memungut retribusi hasil usaha kepada pelaku perikanan tangkap berskala kecil. Walaupun belum jelas standar skala kecil yang dimaksud, namun hal ini mempengaruhi kinerja Dinas Perikanan dan Kelautan untuk memungut izin tersebut. Pada tahun 2007 peningkatan Pendapatan Asli Daerah dibandingkan tahun 2006 merupakan pengaruh dari kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Jabupaten Rokan Hilir.etiap badan maupun orang yang memiliki usaha perikanan harus ditertibkan dan dibina dengan melalui sosialisasi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Usaha Perikanan. Kegiatan tersebut menyadarkan masyarakat untuk aktif membayar retribusi izin usaha dan hasil usaha kepada Dinas Perikanan dan Kelautan.

Tabel Pendapatan Asli Daerah dan Subsektor Perikanan Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2006-2008 (Rupiah)

Dari data tabel di atas dapat kita ketahui pendapatan daerah terbesar diperoleh dari pendapatan daerah dari subsektor perikanan yang mencapai Rp 196825000 pada tahun 2008, setelah dikurangi untuk kewajiban masyarakat membayar retribusi izin usaha dan hasil usaha sebesar Rp 14695000 pendapatan bersih dari subsektor perikanan mencapai 49875000.

Untuk melihat kontribusi perikanan melalui kegiatan perdagangan dapat dilihat pada Tabel. Hasil produksi perikanan Kab. Rokan Hilir berdasarkan data yang diperoleh dari laporan Cabang-cabang Dinas Perikanan dan Kelautan, hasil produksi perikanan tersebut diperdagangkan dalam wilayah Kabupaten Rokan Hilir (lokal), perdagangan antar pulau dan ekspor.

Tabel Perdagangan Hasil Perikanan Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2003-2005 (Ton)

Perdagangan hasil perikanan Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2005 secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 75.18% atau sebesar 5.289,041 ton. Volume perdagangan lokal mengalami peningkatan sangat besar hingga mencapai 1.091,23 % atau sebesar 1.773,520 ton, perdagangan antar pulau mengalami peningkatansebesar 115,47 % atau sebesar 5.115,364 ton, sedangkan ekspor mengalami penurunan sebesar 65,48 % atau sebesar 1.599,825 ton.

Peningakatan volume perdagangan hasil perikanan ini terutama disebabkan oleh makin membaiknya kinerja Dinas Perikanan dan Kelautan termasuk didalamnya Cabang Dinas dan Pos yang dimiliki oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir. Total produksi hasil perikanan. Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2005 sebesar 59.006,17 ton sedangkan yang terdata dari perdagangan lokal, antar pulau dan ekspor baru mencapai 12.363,622 ton atau sebesar 20,95 % sisanya 79,05 % belum terpantau dengan baik. Data yang belum terpantau tersebut antara lain adalah penagkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan asing, nelayan dari daerah lain terutama dari Sumatera Utara serta masih rendahnya kesadaran kesadaran masyarakat/pengusaha dalam melaporkan kegiatan perdagangan hasil perikanan.

Tabel Ekspor Kabupaten Rokan Hilir Menurut Sektor Dan Komoditi Tahun 2007

Komoditas ekspor kabupaten Rokan Hilir meliputi Udang segar/diawetkan/beku, Ikan laut segar/diawetkan, Udang lainnya dalam kaleng, Udang karang, dan Salai hati serta telur ikan. Komoditas ekspor terbesar adalah Udang segar/diawetkan/beku sebanyak 4445821 Kg dengan nilai US$ 667533, diikuti oleh komoditas udang lainnya dalam kaleng sebanyak 1529570 Kg dengan nilai US$ 618515. Dalam mengetahui nilai ekonomi dari sektor perikanan sangat berkaitan erat dengan produksi dan nilai ekonomi penangkapan ikan. Potensi ini dapat dilihat pada tabel:

Tabel Produksi Dan Nilai Perikanan Laut Menurut Jenis Ikan (Ribuan Rp), Tahun 2006-2007

Dari tabel di atas dapat kita ketahui produkksi dan nilai perikanan laut menurut jenis ikan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir. Jenis ikan dengan produksi terbanyak adalah jenis ikan rucah dengan jumlah produksi sebesar 27,816,046 Kg, dengan nilai 55,632,092 (ribuan Rp), diikuti oleh jenis ikan senangan dengan jumlah produksi 5,040,780 Kg. Sedangkan jenisnikan dengan produksi terendah adalah jenis ikan kurau dengan jumlah produksi sebesar 91,800 Kg.

Sedangkan untuk mengetahui nilai ekonomi dari sektor perikanan budadaya sangat berkaitan erat dengan produksi dan nilai ekonomi pembudidayaan ikan. Potensi ini dapat dilihat pada tabel:

Tabel Produksi Dan Nilai Perikanan Budidaya Menurut Jenis Ikan (Kg) Tahun 2007

Tabel di atas menunjukkan jumlah produksi dan nilai perikanan budidaya menurut jenis ikan yang ada di Kabupaten Rokan Hili. Jumlah PRoduksi terbesar adalah ikan jenis patin, dengan total produksi sebesar 20,938 Kg dengan nilai Rp 303,606, diikuti oleh ikan jenis nila dengan total produksi 7,920 Kg dengan nilai Rp 79,200. Total produksi budidaya terendah adalah ikan jenis lain-lain dengan total produksi 103 dengan nilai Rp 1,639.


Prev Post Next Post Home